Rabu, 04 Juli 2012
CODET PREMAN PENAKLUK
Itulah sosok Codet yang sekarang masih mendekam di sebuah rutan.
????????????????????????????????????
Di sebuah penjara yang pengap dan jauh dari keramaian kota tinggallah seorang mantan preman yang sangat di segani di dunianya. ia adalah Codet..ia tertangkap saat aksinya menjadi pembunuh bayaran seorang pengusaha terhadap saingan bisnisnya,codet saat itu tertembus peluru polisi yang mengejarnya dan akhirnya tertangkap.
Didalam penjara ini sudah hampir 5 tahun codet mendekam. Diam-diam ia telah mengatur rencananya untuk melarikan diri. ia telah pelajari situasi dan kapan saja para penjaga ini berganti jaga.
Suatu hari, saat itu dalam rutan itu terjadi perkelahian antar blok penjara dan mengakibatkan terjadi tawuran antar napi, saat itulah codet memanfaatkan situasi tersebut dengan membunuh seorang sipir penjara itu dan ia lucuti pakaian sipir itu dan ia memakainya.
setelah itu codet pura-pura ikut dalam rombongan para penjaga itu dan saat sampai di pintu, ia berbelok masuk ke dalam lorong yang menuju pintu gerbang dan saat bertemu penjaga gerbang ,codet langsung menghajarnya dengan pentungan yang di bawanya setelah itu ia buka kunci gerbang dan secara bersamaan, ke pergok seorang pengawas yang melihat di kamera, penjaga itu lalu membunyikan alarm dan semua pintu mulai terkunci namun codet sudah berhasil berada di luar dan ia segera melarikan diri masuk ke dalam hutan.
semua penjaga mengejar codet dibantu dengan anjing pelacak yang segera mencium jejak langkah codet.
Codet terus berlari dan akhirnya ia menceburkan diri ke dalam derasnya air sungai.dan pengejaran penjaga pun berakhir, karena tak ada alat untuk mengejarnya lagi dan mengharapkan pasti codet tak kan selamat???????????????
Di tempat lain ada seorang janda muda yang baru sebulan di tinggalkan suaminya karena kecelakaan. ia adalah Sari. ia baru berusia 25 tahun dan baru memiliki seorang anak yang berusia sepuluh bulan. Sari berperawakan sedang dengan kulit sawo matang,wajah manis khas perempuan desa dan kulit halus dengan buah dada yang ranum sebesar kepalan tangan orang dewasa,dan pantat yang bahenol.
Sari tinggal dekat pinggiran sungai di belakang rumahnya. Jarak rumah Sari dengan rumah tetangganya terhalang sebuah kebun dan 5 petak sawah milik warga dan memang begitulah suasana di pedesaan kala itu.
Hari itu seperti biasa Sari setelah anaknya tertidur ia bawa cucian dan sekalian hendak mandi di sungai belakang rumahnya, saat itu saat sedang nyuci , Sari terkaget melihat sesosok tubuh tergeletak dekat batu bawah pohon bambu, Sari pun penasaran dan saat ia lihat dan ternyata masih hidup,Sari kebingungan dan Codet saat itu tersadar dan ia bilang ? to..to?long.. sa?ya?..? dan kemudian ia pingsan lagi. Sari dengan sekuat tenaga tarik tubuh Codet ke atas dan di baringkan di teras belakang tempat biasa ia dan suaminya dulu menikmati sungai sambil makan.
Sari merasa kasian dan ia segera membuka baju Codet yang terlihat lusuh dan sobek,lalu ia selimuti dengan kain agar tubuhnya hangat.
2 jam kemudian Codet tersadar dan ia lihat pertamakali sesosok wajah ayu dan manis sedang mengobati luka di keningnya. Sari tersenyum manis ia bilang ? Bapak sudah sadar..?apa yang di rasakan sekarang pak?.? Suara lembut terdengar dari mulut Sari, Codet coba bangun dan di bantu Sari untuk duduk. Codet lalu menjelaskan bahwa ia terbawa arus sungai saat ia terpeleset jatuh. Kemudian Sari menanyai asal usul Codet dan dari mana ia tinggal. Codet bilang kalau ia tak ingat semuanya.akhirnya untuk sementara Codet boleh tinggal di situ sampai keadaannya pulih .
Keesokan harinya codet terbangun dari tidurnya saat ia dengar tangis anaknya Sari di kamar sebelahnya,codet bangun dan mendekati kamar Sari dan ternyata Sari tak ada, codet yang baru kali ini menggendong seorang anak kecil merasa kaku dan coba menenangkan anak itu agar tidak nangis dan berhasil ternyata anak itu pipis codet coba menggantinya dan ia menggendongnya lagi. Saat ia ke belakang rumah itu ia lihat samar-samar sesosok tubuh mulus memunggunginya sedang mandi di dekat batu yang sepertinya sudah sering di pakai mandi.
Codet saat tahu itu ternyata Sari ia tak bisa menahan ****** nya untuk ngaceng ,codet bergeser agar lebih jelas melihatnya dan saat ia intip dekat dapur yang tepat berada di atas tempat mandi itu terlihat jelas tubuh mulus Sari dengan buah dada yang sekal walau tak besar namun cukup membuat birahinya naik, Sari saat itu berdiri dan mengambil handuk di atas batu itu dan codet lihat jembut Sari yang sedikit lebat itu kontras dengan warna kulitnmya Sari pun naik ke atas dan menuju pintu dapur codet segera lari ke ruang tengah dan pura-pura ajak main anaknya Sari.
Sari saat masuk ia kaget dan bilang ?aduh kok udah bangun lagi ndok..,wah jadi ngerepotin bapak ya?..? sambil mendekati codet yang lagi menggendong anaknya.
Codet lalu bilang ? ah?nggak apa,tadi si kecil nangis mungkin celananya basah ngompol jadi saya coba gantiin? Sari lalu menyodorkan tangannya untuk memangku anaknya dan saat anaknya ia ambil dari pangkuan codet secara tak disangka handuknya terlepas dari lilitannya, kontan saja handuk melorot jatuh ke lantai saat itu Sari menjerit malu dan ia tak bisa menyembunyikan tubuhnya di hadapan codet,codet langsung terpana dan Sari pun tak lekas menutpnya saking kaget dan gugupnya, Sari langsung peluk anaknya coba jadikan penutup dadanya namun memeknya tak tertutupi.
codet lalu ambil handuk itu dan ia tutupi tubuh Sari dengan tangan bergetar menahan gejolak yang mengalir dalam dadanya. Sari mukanya memerah dan segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup gordeng pintunya. Codet tak bisa menahan lagi konaknya ia terdiam duduk di bangku sambil membanyangkan bagaimana ****** nya yang sudah lama tak merasakan semburan dari memek wanita. Sari dengan malu-malu keluar kamarnya setelah menidurkan anaknya ia coba bersikap biasa dan ke dapur untuk masak.
codet jadi kaku saat ketemu Sari dan akhirnya hari itu keduanya tanpa ada komunikasi menahan malu.
Malam itu hujan turun dengan deras dan codet di kamar sedang membayangkan keelokan tubuh Sari, sedangkan Sari saat itu tengah tertidur dan dengan kain agak ter singkap ia tidur terlelap. Codet dalam hatinya berkecamuk antara birahi dan rasa tak tega karena Sari telah menyelamatkan hidupnya, akhirnya ia mendekati kamar Sari dan terdengar dari dalam kamar Sari anaknya nangis .
Sari terjaga dan ia bangun lalu ia menenangkan anaknya yang terbangun, mungkin ingin menyusu, Sari tanpa ragu ia keluarkan buah dadanya dalam BH kendornya dan ia susui anaknya sambil berbaring miring. Entah karena capek atau ngantuk, Sari pun tertidur sambil menyusui anaknya itu. Codet yang mengintip di lobang bilik itu kontan timbul niat birahinya, ia lalu masuk ke kamar Sari yang memang tak berpintu Cuma di tutupi kain gorden saja dan saat sudah di dalam kamar itu, ia lihat susu menetes ke seprei karena anaknya tak menyusu lagi dan sudah tertidur juga,
Codet lalu naik ke kasur itu dan ia pangku anaknya Sari ke pinggirnya, lalu codet berbaring sebelah Sari dan ia sejenak pandangi wajah ayu Sari yang tertidur damai dengan buah dada kanan terpampang menantang . codet raba buah dada itu terasa hangat dan halus, kenyal, lalu ia telusuri dan ia usap-usap bentuknya dan perlahan ia dekatkan bibirnya yang berewokan itu ke putting susu Sari dan perlahan ia jilati putingnya dan ia sedot sedot dan ia lumati buah dada Sari dengan lahapnya, tangan codet meraba paha dan ia tarik kain bawah itu dan perlahan kain penutup bagian bawah tubuh Sari terbuka, Dan terlihat cdnya Sari yang berwarna cream dan terlihat sudah kendur karetnya.
Sari diam saja saat buah dadanya di lumat codet sebab ia piker itu anaknya yang sedang ia sususi, codet tangannya meraba paha Sari dan merayap ke lembah berumputnya Sari yang terasa lembab dan hangat. Saat sari di terlentangkan dan di tindih codet Sari terbangun dan ia lihat codet sedang menelanjangi nya dan sedang memasukan ****** nya ke belahan memeknya, kontan Sari menjerit dan berontak namun codet sigap, ia dekap tubuh Sari sambil mulut Sari di sumpal dengan mulutnya dan mengulumnya agar jeritan Sari tak keras. Sari rasakan benda tumpul hangat sesak di memeknya Sari melotot matanya saat di rasakannya benda itu di tekan masuk seluruhnya ke dalam memeknya yang kesempitan karena ****** codet yang besar, Sari rasakan sesuatu dalam tubuhnya memanas dan berdesir membuat ia tak berontak malahan merasakan seperti melayang.
Codet mulai menggerakan ****** nya keluar masuk memek Sari, dan Sari mulai diam menikmati perstubuhan itu. Codet melihat Sari terpejam nikmat ia lalu meremas buah dada Sari dan putingnya ia cubit, kontan saja Sari menggelinjang dan terasa oleh codet setiap ia cubit putting itu, memek Sari terasa berdenyut seperti memijit ****** nya. Sari mengejang dan merintih sambil mencakar punggung codet dan Sari pun klimax.
Codet dengan penuh nafsu terus menggenjot memek Sari dengan ****** nya, Sari baru kali ini merasakan sesuatu yang luar biasa ia alami, dan berkali-kali ia rasakan memeknya menyemburkan air surganya, namun codet tak melepasnya ia bahkan berganti posisi kini Sari tertelungkup dan di genjot dari belakang oleh codet dan akhirnya codet percepat genjotannya dan ia pun mengerang dan menggigit bahu Sari dan ****** codet menembakkan spermanya banyak sekali karena telah lama spermanya tak ia keluarkan .
codet dan Sari terkapar kelelahan setelah pertarungn yang gila itu menghabiskan waktu hampi sejam setengah.keduanya terlelap tidur sampai pagi
Pagi itu, Sari terbangun saat anaknya menangis. Sari dengan tubuh lemas dan memek terasa masih seperti terganjal bekas tadi malam ia bangun dan di lihatnya Codet masih tertidur dengan terlentang tanpa busana, Sari terkaget saat lihat ****** Codet sebesar itu, 2 kali ukuran ****** suaminya dulu.
Sari segera mengangkangi tubuh codet karena anaknya berada di sisi sebelah kiri codet. Saat mengangkangi tubuh codet itu, entah kenapa Sari terjatuh dan menindih ****** codet Sari merasa merinding dan Sari segera pangku anaknya dan ia duduk di bibir ranjang itu.
Sari setelah susui anaknya dan ia ganti popoknya. Sari lihat ke arah ****** codet dan entah kenapa ia menelan ludahnya dan ia baringkan anaknya lagi di kasur itu.
Entah ada dorongan dari mana Sari tangannya perlahan meraba ****** codet yang terlihat masah menggelayut besar itu,
Sari saat raba ia rasaka kenyal hangat dan perlahan ia mengelusnya dan ****** itu mulai membesar dan Sari terkaget saat tangannya di pegang oleh codet dan di tahan di ****** nya. Sari coba tarik tangannya tapi tangan codet lebih kuat dan Sari dengan malu ia tertunduk tak berani menatap wajah codet yang sedang senyum menyeringai mesum. Codet lalu bilang ? Kenapa berhenti??? tuh lihat jadi besar gini ?..apa tak kasihan tuh si entongnya?..? Sari mukanya memerah dan codet dengan sengaja meremaskan tangan Sari ke ****** nya dan Sari mau mau akhirnya turuti perintah codet.
Codet dengan tenang bimbing Sari mengocok ****** nya hingga berdiri tegak.
Sari di tarik tubuhnya oleh codet dan codet dekap tubuh Sari dan ia lumati bibir Sari dengan memainkan lidahnya dalam rongga mulut Sari. Sari mulai terangsang saat tangan codet merabai memeknya dan memainkan klitorisnya. Sari sudah tak perduli dengan keadaan saat itu, yang ia kejar adalah birahi yang kini sedang ada di otaknya. Sari lau di suruh masukkan ****** codet ke dalam goa hangatnya, Sari mengangkangi ****** codet dan perlahan ia arahkan ****** codet ke lubang surganya dan Sari meringis saat memeknya mulai melahap benda tumpul dan besar itu, Sari mendesah saat ****** itu mulai menerobos memeknya.
Sari menjerit saat codet dengan sengaja menekan pinggul Sari dan ****** codet dengan sekali hentak masuk seluruhnya ke dalam memek Sari.
Sari ambruk menindih tubuh codet , dan codet hanya tersenyum dan mulai menyuruh Sari menaik turunkan pantatnya. Sari perlahan mulai menik turunkan pinggulnya dan ia rasakan gesekan dalam memeknya terasa sangat sensasional dan bikin ia melayang. Sari lama ? lama mulai liar gerakan pinggulnya dan desahan serta rintihan bercampur dengan jeritan nikmatnya.
Codet lalu balikan tubuhnya dan kini codet yang di atas. Sari tergolek pasrah dan menanti genjotan codet. Sari pagi itu sampai 2 kali klimax dan saat terakhir codet semburkan spermanya codet tumpahkan ke wajah Sari dan Sari di paksa mengulum ****** nya dan Sari hanya bias pasrah dan kembali mereka terlelap sambil berdekapan tanpa perdulikan anak Sari yang terbangun sendiri. Sari merasa sangat terpuaskan dahaga nya.terlihat kepuasan di wajahnya.
Setelah kejadian itu hampir tiap malam Sari dipuasi codet hingga suatu saat Sari rasakan mual dan muntah-muntah ia pun terbuahi benih codet. Sari mulai bingung dan ia tak cerita pada codet karena bingung,akhirnya ia pendam sendiri kehamilannya.
Codet setelah merasa pulih tubuhnya, ia mulai menghidupi Sari dan anaknya, codet mulai bercocok tanam seperti yang pernah ia lakukan juga di dalam penjara dulu. Dan Sari terlihat mulai membesar perutnya dan codet sangat menyayangi Sari, Sari walau codet ini pantasnya menjadi bapaknya, namun Sari menerima codet sebagai suaminya walau tanpa ikatan pernikahan yang syah.
3 bulan kemudian
Sari terlihat perutnya mulai membuncit. Codet mau tak mau ia harus membiayai hidup mereka kelak, dengan demikian untuk persalinan nanti codet harus mencari pekerjaan.
Setelah semalaman codet berfikir, ia kemudian memutuskan untuk mencari pekerjaan. Siang itu codet pamit untuk pergi ke kota. Sari mewanti-wanti agar codet pulang seminggu sekali untuk menengoknya dan agar Sari tidak kesepian di rumah sendirian.
Akhirnya codet pun berangkat.
Siang itu udara sangat panas dan biasanya ini akan turun hujan, seorang wanita muda sedang bersumpah serapah terjebak dalam kemacetan, wanita muda itu adalah Bunga Lestari.
Saat itu ia lagi buru-buru hendak ke kampus, dan dosen yang ngajar hari ini cukup keras dan disiplin jika tak hadir 3 kali pertemuan maka dapat di pastikan nilai mata kuliahnya akan dapat ? E ?. Bunga sangat takut kalau ia harus ngulang dipastikan akan tambah waktu lagi untuk menyelesaikan kuliahnya.
Saat itu, Bunga telpon temennya di kampus untuk memastikan kalau dosennya itu sudah datang apa belum. Bunga saat terlepas dari kemacetan ia dengan terburu-buru melajukan mobil jazz merahnya dengan kencang.
Entah sial atau memang Bunga tak hati-hati, saat mendekati kampus dan masuk jalan pintas yang terhalang taman, Bunga tak nyadar kalau di belokan itu ada seorang lelaki setengah baya hendak menyebrang dan Bunga kaget ia hendak injak rem malah gas yang di injak dan tanpa ada jeda sedetik kemudian orang itu pun ter tabrak dan terhempas cukup keras ke jalan. Bunga menjerit dan mobilnya menabrak sebuah pedagang kaki lima yang sedang berjejer. Mobil Bunga terhenti setelah menabrak trotoar jalan. Kepala Bunga terbentur pintu dan tangan kanannya terkilir.
Tak lama 4 orang lelaki menghampiri mobilnya dan Bunga ketakutan saat melihat orang-orang itu yang hendak memukulinya. Bunga di suruhnya turun, Bunga dengan gemeteran antara takut dan kaget atas kecelakaan tersebut perlahan membuka pintu mobilnya. Ke 4 orang itu ternyata yang 2 orang penjual es cendol dan bakso yang gerobaknya tertabrak mobilnya, sedang yang 2 lagi yang lagi nongkrong di dekat situ dan mau memastikan kalau Bunga gak boleh kabur. Sedang laki-laki setengah baya itu ternyata si Codet yang sudah sampai di kota untuk mencari kerja itu. Codet terluka cukup parah di kepala dan bahu. Bunga di seret menuju ke sebuah kios rokok yang tak jauh dari TKP.
Bunga di maki-maki pedagang itu, dan seorang dari mereka meminta bunga bertanggung jawab atas semuanya. Agar tidak kabur Bunga di minta KTP,SIM,dan hendak di laporkan ke POLISI. Bunga pun nangis dan memohon agar damai. Akhirnya Bunga memprioritaskan Codet yang terluka, dengan di kawal 2 pedagang itu codet di bawa ke Rumah Sakit terdekat dengan memakai mobil Bunga. Sesampai di Rumah Sakit Codet segera di obati dan Codet harus di rawat, sedang bunga yang terluka dikit hanya di spalek saja tangannya karena terkilir. Di ruang tunggu UGD, Bunga tengah negosiasi dengan 2 pedagang itu. Ke dua pedagang itu yaitu Tarjo dan Karta, mereka minta di ganti semua dagangannya, untuk sementara Bunga terpaksa berikan KTP dan SIMnya kepada 2 orang itu agar nanti Bunga tebus, sebab hari itu ia tak bawa uang.
Akhirnya setelah beres Bunga terduduk dan ia bingung harus bagaimana, jika beri tahu orang tuanya pasti kambuh serangan jantungnya. Nelpon temennya, mungkin lagi belajar sekarang. Akhirnya Bunga ambil keputusan biar ia yang tanggung sendiri.
Saat itu, Bunga dapat kabar kalau Codet sudah siuman, Bunga pun masuk ke kamar rawat, dan ia jumpai codet tengah tebaring sambil merasakan sakit di kepalanya. Bunga lalu duduk di kursi dekat Codet, Bunga perlahan merasa kasihan juga, akibat perbuatannya orang ini terluka dan kesakitan.
Bunga coba mengajak ngobrol Codet : ? gimana keadaannya pak???mana aja yang sakit?? sambil membungkukkan badannya ke arah codet. Saat itu Codet lihat ke arah Bunga yang manis dan ayu ini, dan Codet tertuju matanya ke dada Bunga yang walau gak montuk atau besar tapi belahan di dadanya bukin mata Codet tak mau lepas dari pemandangan itu. Bunga tak menyadarinya ia tak tahu kalau dari celah baju nya yang lagi posisi membungkuk itu buah dadanya terlihat dari celah leher bajunya. Codet sesaat mwnikmati pemandangan itu. Walau kepala sakit, tapi ****** nya masih normal. Bunga denganmenyesal ia meminta maaf pada Codet atas kejadian itu. Dan codet pun menganggukkan kepalanya, pertanda ia me maafkannya. Bunga lalu menanyai tempat tinggal Codet dan di jawab oleh Codet kalau dia sedang nyari kerja untuk biayai istrinya di kampung yang tengah hamil. Bunga lalu ingat kalau di rumahnya gak ada yang ngurusin kebun rumahnya. Ia lalu menawarkan untuk jadi tukang kebunnya. Dan sekalian Bantu-bantu ngurusin rumahnya.
Singkat cerita 3 hari kemudian codet keluar dari Rumah Sakit, dan ikut ke rumah Bunga di kawasan bilangan. Rumah itu cukup mewah namun serba minimalis, Bunga beli sendiri rumah itu dari hasil kerjanya sebagai penyanyi dan bintang sinetron. Bunga ajak Codet masuk dan bunga ke dapur siapin makanan. Bunga bilang ?nah nanti mamang istirahat di belakang ya, udah di siapin kok ? sambil menunjuk ke arah belakang dekat dapur belakang garasi. Dan sejak itu Codet yang bernama samaran Udin ini mulai bekerja di rumah Bunga.
Seminggu kemudian terjadilah perubahan di rumah Bunga, kini terlihat hidup dan terawat setelah di tata oleh Codet ( Udin ) ini. Dan Bunga sering jarang pulang karena kesibukannya tour ke berbagai kota. Bunga sempat di telpon oleh Tarjo dan Karta yang menagih janji Bunga untuk mengganti dagangannya yang samoai saat ini Bunga belum ada waktu tuk ketemu mereka, karena kesibunkannya.
Codet selama tinggal di rumah Bunga merasa leluasa apalagi Bunga jarang di rumah, naluri masalalunya terkadang timbul . seperti saat itu, Codet masuk ke kamar Bunga dengan melewati jendela kamar Bunga, saat itu Bunga lagi di Surabaya ada acara di sana, Codet dengan keahliannya walau pintu kamar Bunga di kunci, ia bias masuk melalui jendela kamarnya yang tal berteralis. Di dalam kamar itu terasa wangi dan serba berbau pink, codet perhatikan seluruh foto dan yang ada di ruang kamar Bunga iitu, dan matanya tertuju pada sesuatu yang menggantung di dekat pintu kamar mandi, sebuah benda berwarna merah muda tergantung berbentuk segi tiga dan beberapa BH berwarnagelap.
Codet mengambilnya dan ia cium masih berbau khas karna CD itu belum di cuci alias bekas pake. Codet timbul birahinya dan ia masuk ke kamar mandi itu dan alangkah senangnya codet menemukan banyak lagi daleman Bunga yang ada di keranjang cucian dan salah satunya ada yang moel G-string dan bikini. Codet ambil beberapa dan ia masukan ke dalam kantong celananya. Codet pun keluar dan merapikan lagi jendela yang bekas ia cungkil tadi dan ia ke kamarnya dan ia mulai berfantasi dengan pekaian dalam bunga yang masih berbau badan bunga, entah mengapa saat codet berfantasi dengan pakaian dalam itu, seperti sebuah magnet, bunga yang saat itu berada di penginapan setelah tampil di acara sebuah TV swasta, merasakan hal aneh, saat lagi tidur ia bermimpi di kejar seseorang yang hendak menelanjanginya dan ia bermimpi kalau ia merasa aman di pelukan Codet di dalam mimpinya itu.
Sepulang dari Surabaya, bunga mulai dapat terror dari seseorang yang bilang kalau bunga akan di bunuhnya. Bunga anggap itu Cuma orang iseng saja, dan ternyata hal tersebut terus menerus menerornya dan puncaknya terjadi saat malam jum?at sepulang dari syuting Bunga di ikuti sebuah motor RX-KING yang membuntutinya selepas jalan kebon jeruk, Bunga yang ketakutan segera tancap gas dan setelah dirasa aman, bunga pun cepat-cepat menuju rumahnya.
Di halaman bunga pijit klakson berkali-kali sebab saat itu codet lagi asyik di kamarnya menikmati celana dalam Bunga yang sudah lusuh dengan sperma codet. Codet dengan sarungan buka gerbang dan bunga segera masukin mobilnya ke garasi, bungan terlihat kesal pada codet yang mulai lelet kerjanya. Bunga tak sengaja saat itu memaki codet. Dan tanpa menoleh ia banting pintu dan masuk kamarnya. Codet kaget baru tahu kalau bunga yang ia kira manis baik dan sopan kini menunjukkan sifat aslinya. Codet sejenak termenung dengar perkataan bunga tadi. Codet setelah kunci gerbang dan garasi ia masuk kamarnya. Dalam kamar codet tak bias tidur ia merasa sakit hatinya tersinggung oleh bunga.
Sedang bunga tak berfikir apa-apa ia memang lagi kesal saja. Setelah ia bersih-bersih, bunga dengan memakai celan pendek warna pink dan singlet warna putih dengan kontras branya yang berwarna hitam ter baying jelas membentuk sekepal buah dadanya. Bunga pun keluar kamar dan ia ke dapur dan hendak makan. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 12.30 malam suasana sepi dan hening, hanya suara bunga saja yang sedang menyantap seporsi mie goring yang di belinya tadi.
Dalam keremangan lampu taman belakang, sesosok tubuh sedang mengawasi bunga yang lagi makan di meja makan dengan kaki bersila di kursi meja makan itu, sepasang paha mulus putih terpampang seperti melambai minta di raba dan di belai. Entah dendam atau nafsu, saat itu codet mendekati bunga dari arah belakang, terlihat cd bunga yang berwarna putih dan singletnyaagak tertarik ke atas mempertontonkan bagian bawah punggungnya yang terbuka. Codet yang sudah kesetanan oleh nafsunya tiba-tiba membekap mulut bunga dan ia mendekap tubuh itu hingga terjatuh, bunga kaget dan ia coba berontak tapi dekapan codet sangat kuat. Bunga di seret ke ruang tengah dan di depan TV, bunga dapat lihat wajah yang tak asing lagi. Bunga di ciumi leher,pipi,dan dadanya oleh codet.
Codet berhasilmenindih tubuh bunga yang ramping ini dengan sekali tekan, bunga tak bias bergerak banyak. Bunga rasakan tangan codet meremas buah dadanya yang berukuran 34 B ini dengan penuh penghayatan. Codet berhasil melumat bibir bunga yang merengek menangis dan sumpah serapah di ucapkan bunga. Codet merobek kaos singlet bunga dan sekalian mencabut bh yang di pakai bunga. Meka terpampanglah apa yang selama ini codet khayalkan. Ternyata tak se kecil bayangannya. Buah dada bunga ternyata lebih empuk dan kenyal juga putingnya berwarna coklat muda dan terlihat begitu serasi dengan warna kulit tubuhnya. Bunga memohon dan menangis saat buah dadanya di lumati bibir codet yang terasa kasar.
Codet menghisap kedua putting bunga silih berganti dan tangan kanan codet masuk ke dalam celana pendek bunga dan saat jarinya menyentuh klitorisnya, bunga mengejet dan ia baru kali ini rasakan sengatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, codet memainkannya dengan ibu jarinya dan jari tengah dan telunjuknya masuk ke lubang memek bunga dan terasa hangat dan becek. Codet mengocoknya dan sambil tetap melumat buah dada bunga ia melocokan jarinya dalam lubang memek bunga.
Bunga merintih,menjerit dan mengejang saat ia rasakan orgasme yang telah sampai di ubun-ubunnya. Sejenak tubuh bunga terkulai lemas. Codet melihat lawannya tak berdaya, ia telanjangi bunga dan kini telah bugil total. Codet tersenyum ia buka sarungnya dan ****** nya sudah mengeras dari tadi, perlahan codet duduk di atas dada bunga dan dengan paksa ****** nya ia masukkan ke dalam mulut bunga, bunag tak bias berbuat banyak ia rasakan mulutnya tersumbat benda kenyal kerasa dan berbau gak enak. Bungamulai tersedak dan terbatuk-batuk tatkala ****** itu keluar masuk mulutnya. Codet merasakan hal yang tiada tara geli, dan fly??
Puas di sepong, codet kinikangkangi ke dua paha bunga dan dengan sekali tekan paksa ****** nya di masukkan ke memek bunga buang menjerit sakit,perih dan mengganjal di memeknya bungarasakan dalam memeknya perih dan sakit. Bunga nangis dan menjerit kesakitan. Codet dengan perlahan maju mundurkan rudalnya dalam jepitan memek bunga yang masih seret itu. Lama-lama locoannya mulai lancar dan kini di genjot se kuatnya. Bungayang tadi menjerit kesakitan, kini malah merintih dan mendesah.
Bibir dan buahdada bunga tak henti di lumati codet penuh nafsu. Codet rasakan bunga orgasme.sejenak ia berhenti dan setelah bunga selesai orgasmenya ia genjot lagi, kini dalam posisi kaki kanan bunga di duduku dan kaki kirinya di pelukan codet dengan gaya miring. Codet ciumi paha dan jari kaki bunga dan bunga menggelepar-gelepar rasakan orgasmenya kembali dan hal tersebut berulang-ulang sampai 3x. dan puncaknya saat bunga di kangkangi lagi dan codet percepat genjotannya sambil lumati bibir bunga dan mengocek rongga mulut bunga dengan lidahnya dan iasedot kuat-kuat lidah bunga dan ia hisap kuat di saat codet melepas klimaxnya dan sesaat kemudian ?crrrrreeeeeetttttt?.creeeet?.crettttttt? semburan sperma codet menembak dinding rahim bunga yang sedang mengejet dan menegang . codet pun terkulai lemas dan ia lumati bibir bunga yang menganga merasakan melayang dan bungapun terpejam lemas dan terlelap tertidur nikmat.
Codet sangat puas sekali dan ia kembali garap bunga saat pagi hari saat bunga masih tertidur . bunga yang kedu kalinya ia begitu pasrah dan menikmati locoan codet. Dan sejak itu, codet tak kerja di situ lagi.
Tamat...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar