Selasa, 26 Juni 2012
DAUN MUDA EVA
Di perusahaan tempat saya bekerja kedatangan seorang karyawan baru yang ditempatkan sebagai front officer, sebut saja namanya Eva (nama samaran), umur 22 tahun, rambut hitam lurus sebahu, kulit putih, tinggi badan kira-kira 158 cm dengan belahan payudara yang seksi dan pantat yang montok (mmmmmm....sluuuurp), pada awalnya saya kurang begitu tertarik dengan Eva, mungkin dikarenakan karena tipikal wajahnya yang menurut saya terlalu lugu dan 'ndeso' (kampungan), tapi semakin hari saya semakin dibuat 'pusing' dengan godaan belahan payudara Eva yang putih dan montok itu, dan terlebih lagi Eva kadang sering 'tertangkap basah' sedang memperhatikan saya, godaan-godaan itulah yang membuat saya bersemangat untuk 'berkenalan' lebih lanjut dengan Eva.
Awal perkenalan saya dimulai dengan sapaan standar (hehehehehehe.....)
"Karyawan baru yah? siapa namanya?" tanya saya sambil mengulurkan tangan.
"O iya mas, saya Eva" jawabnya lugu sambil menjabat tangan saya.
"Kamu asli dari mana?" tanya saya lagi.
"Masih dari Bandung juga kok mas" jawabnya lagi.
Dan begitulah awal perkenalan tersebut dimulai, hari-hari selanjutnya dihiasi dengan sapaan standar harian kantor serta senyum dan tidak lupa juga pemandangan belahan payudara Eva yang semakin membuat saya deg-degan.
Dan tiba akhirnya pada hari sabtu (4 Februari 2006), perusahaan tempat saya bekerja memberlakukan kerja setengah hari (9 pagi s/d 2 siang) untuk hari sabtu, saat jam menunjukkan pukul 2 siang saya langsung membereskan meja kerja saya bersiap untuk pulang, pada saat saya melewati meja Eva saya melihat Eva masih asik bermain internet dengan komputernya.
"Belum pulang Va?", tanya saya.
"Eeeh, mmmmaaf mas? iya ini saya baru mau pulang kok" ujarnya gelagapan.
Karena situasi kantor saat itu sudah sepi (hanya saya dan Eva yang tersisa), maka saya berniat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.
"Kenapa kok gugup gitu? biasa aja lagi" ujar saya menenangkan.
"Engga kok mas, saya takut kena tegur karena maen internet terus, apalagi ini udah waktunya pulang" jawabnya.
"Ga pa pa kok, anggap aja kamu lagi belajar komputer lebih dalam, gimana? ada masalah dengan komputer?" tanya saya berbasa-basi.
"Kalo untuk pekerjaan operasional sehari-hari sih ga ada masalah, tapi kadang saya suka ga bisa kirim file ke konsumen via Yahoo!Messenger, kenapa yah mas?" ujarnya mulai tenang.
"Coba saya liat komputermu" jawab saya sambil berjalan ke arah komputernya.
"Oooooo, ini versi Yahoo!Messenger yang kamu pake versi lama, konsumen kamu pake versi yang terbaru, jadi fitur buat kirim file di non-aktifkan" ujar saya.
"Trus jadinya gimana dong mas?" tanyanya lagi.
"Gini aja deh, nanti besok saya suruh orang bagian komputer buat install Yahoo!Messenger yang versi baru" jawab saya.
"O gitu, terima kasih mas" ujarnya.
Tiba-tiba mata saya terpaku pada salah satu shortcut yang ada di desktop komputer Eva, shortcut tersebut bergambar payudara tetapi saya tidak terlalu memperhatikan nama dari shortcut tersebut.
"Itu shortcut apaan Va?" tanya saya.
"Eh, anu mas, itu cuma iseng aja kok, bukan apa-apa" jawabnya gugup (lagi).
"Hayooooo, kamu suka yang vulgar-vulgar yah?" tanya saya menyelidiki.
"Engga kok mas..." jawabnya sambil tertunduk malu dan suaranya......sedikit agak serak.
"(Naaaah....suaranya agak serak, berarti dia ada apa-apa nih)" pikir saya.
Tanpa basa-basi dan masih dengan rasa deg-degan karena melihat belahan payudaranya yang putih montok, saya langsung menarik dagunya yang tertunduk, mata kami saling menatap saat saya mengangkat dagunya ke atas, dan tanpa ragu lagi saya langsung mencium bibirnya, awalnya hanya ciuman kecil di bibirnya, tetapi setelah saya melepaskan ciuman tersebut saya melihat mata Eva masih dalam keadaan tertutup seperti masih menikmatinya, langsung saja saya cium bibirnya lagi, kali ini lebih dahsyat lagi, melumat, menghisap, menggigit serta memainkan lidah saya di dalam mulutnya yang hangat.
"mmmmmh.....mmmmh" desahnya sambil melingkarkan kedua tangannya di leher saya.
Tidak mau kalah ganas, Eva membalas semua perlakuan saya terhadap bibirnya dan ditambah lagi dengan usapan dan remasan di selangkangan saya, tentu saja hal ini semakin membuat saya 'naik', sambil tetap berciuman saya menggendong Eva dan membawanya ke kamar kecil yang terletak tidak jauh dari meja Eva.
Sesampainya di toilet saya langsung menurunkan Eva dan langsung membuka blazer serta kancing baju yang dikenakannya, sesaat kemudian terlihatlah benda yang selama ini mengganggu pikiran saya, payudara yang memiliki ukuran bra 36 ini tersembul dan berguncang indah saat saya 'paksa' keluar dari tempat persembunyiannya, putih, mulus, sedikit berbulu, mmmmmhhhhh......yummy, tanpa basa-basi lagi langsung saja saya hisap, sedot, gigit, jilat semuanya tanpa sisa.
"Sssshhhh, owwh, aduh mas, geli.....enak, aaaah..." erangnya sambil menjambak rambut saya.
setelah merasa cukup dirangsang, Eva langsung menarik kepala saya dan mencium bibir saya dengan lebih dahsyatnya, sambil tetap memainkan puting payudaranya saya membalas ciuman Eva yang dahsyat itu, tak lama kemudian Eva langsung menyuruh saya duduk di atas toilet (toilet di kantor saya menggunakan toilet duduk), membuka resleting dan ikat pinggang saya dan mulai 'memainkan' kemaluan saya yang sudah mengacung tegak berkilat.
"Wow....." ujarnya saat melihat kemaluan saya yang sudah tegak.
Semua hisapan, jilatan, dan sedotan yang Eva lakukan terhadap kemaluan saya semakin membuat saya belingsatan, bagaimana tidak? Eva yang terlihat lugu dan 'ndeso' ini ternyata sangat berpengalaman dalam melakukan 'BlowJob', lidahnya tak henti-hentinya bermain dengan batang kemaluan saya, sssshhhh.....sedaaaaaaaap!!!.
Setelah cukup 'dipanasi' oleh Eva, kemudian saya meminta Eva untuk membuka celana dalamnya saja (Eva mengenakan rok span official) dan mengganti posisi duduk di atas toilet seperti yang saya lakukan karena saya ingin 'mencicipi' vaginanya langsung dengan lidah dan bibir saya, tetapi Eva menolak dengan alasan keputihannya sedang banyak, tanpa berdebat lagi saya langsung mengalah, setelah membuka celana dalamnya Eva langsung naik ke atas toilet untuk menancapkan kemaluan saya ke dalam vaginanya, dengan posisi duduk di toilet saya membimbing Eva untuk menurunkan pantatnya ke arah kemaluan saya dan ..... blessshh!!!.
"Owwhhh....aaaah, mmmaaass...ampuuun!!!" erangnya pelan.
"Kenapa va?" tanya saya bingung.
"Baru kali ini Eva 'main' ama yang ukurannya gede kayak punya mas, pelan-pelan yah?" pintanya.
"Ok deh" jawab saya mengiyakan.
Dengan perlahan Eva mulai menaik-turunkan pantatnya sekedar untuk melumasi kemaluannya yang kecil mungil tersebut, erangan dan desahan yang keluar dari mulut Eva membuat saya khawatir di dengar oleh orang lain terutamat Office Boy yang biasanya selalu membersihkan ruangan kantor sepulang kerja, untuk mengantisipasi erangan dan desahan tersebut terkadang saya menutup mulut Eva dengan tangan saya dan sepertinya Eva pun mengerti dengan maksud saya, dia pun berusaha mengurangi volume erangan dan desahannya.
"Sssshhhh....aaaaah, owwwh...ssssh, enak mas, enaaaak....ssssh" erangnya pelan sambil memeluk kepala saya.
Sebisanya sambil tetap mempertahankan ritme genjotan saya menghisap, menggigit, serta menjilati payudara Eva yang berguncang-guncang menantang di hadapan saya, mendapat perlakuan seperti itu Eva semakin belingsatan dan semakin keras menjambak rambut saya.
"Addduuuh masssss, enaaak, terusin....oooohh, geli....ssssshh" desahnya hebat.
Dan sungguh di luar dugaan, kurang dari 5 menit Eva sudah mencapai orgasme-nya (memang posisi perempuan di atas dapat mempercepat orgasme si perempuan, bener yah? hehehehehe....), sambil menekankan pantatnya ke bawah ke arah kemaluan saya dan mendekap kepala saya ke arah dadanya.
"Aaaaaaaahhh!!!, oooooouwwwh...sssshhh, ammpuuun massssh, Eva dapet nih....mattiiii, oooooh...!!" ceracaunya tak karuan sambil setengah berbisik di telinga saya.
Sambil beristirahat sejenak, saya melihat Eva tersenyum malu ke arah saya.
"Kenapa senyum kayak gitu Va?" tanya saya sambil tetap dalam posisi sebelumnya.
"Malu sama mas, baru kenal kita udah kayak gini" jawabnya polos.
"Ga pa pa lah, yang penting kan sama-sama enak" ujar saya sambil tersenyum.
Kemudian saya meminta Eva untuk mengganti posisinya, saya suruh Eva menungging sambil berpegangan ke tembok, setelah itu langsung saja saya arahkan kemaluan saya ke arah vaginanya yang menyembul di antara belahan pantatnya.
"Aaaah...." desahnya saat kemaluan saya masuk lagi ke dalam vaginanya.
Erangan dan desahan Eva kembali menghiasi suasana siang menjelang sore tersebut saat saya kembali menggenjot Eva dengan 'Full Power' sambil sesekali meremas payudara Eva dari arah belakang atau sesekali menjambak pelan rambutnya.
"Oooh..ssssh...adduuuh mass, enaaaakk....aww!!" ceracaunya.
Sekitar 10 menit saya menggenjot Eva dalam posisi tersebut (takut ketauan Office Boy ni....hehehehehehe) hingga akhirnya saya merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari kemaluan saya.
"Va, sssh....mas mau keluar nih, dikemanain?" tanya saya ngos-ngosan.
"Mmmmhhh....di dalem aja mas, gpp kok, ssssshhh.....Eva lagi ga subur, aaah..." jawabnya sambil mengerang nikmat.
Akhirnya dengan teriakan yang tertahan dan tusukan terakhir yang disertai tenaga penghabisan saya mengeluarkan semua sperma saya di dalam vagina mungilnya yang hangat.
"Aaaahhh.....ooooohh, gila Va, enak banget nih...ssssh" erang saya sambil menjambak pelan rambutnya.
Setelah kurang lebih 4-5 kali semprotan sperma berakhir, kami langsung mengenakan kembali pakaian kami dan terburu-buru keluar dari gedung tersebut, khawatir barangkali ruangan keburu dikunci oleh Office Boy (hehehehehehehe...), sesampainya di luar gedung, kami berdua pun tidak langsung pulang tetapi melanjutkan acara perkenalan kami sambil minum juice segar di Pizza Hut Buah Batu, di sana pun sempat terjadi obrolan yang cukup mengagetkan saya.
"Sorry yah Va, kejadiannya jadi kayak gini" ujar saya.
"Ga pa pa kok mas, Eva seneng kok, apalagi bisa ngerasain punya mas yang cukup terkenal di kantor" jawabnya.
"Terkenal gimana Va?" tanya saya heran.
"Hampir semua cewe di kantor tau kalo mas itu hobi banget dalam hal seks, dan rata-rata mereka juga pengen lho nyobain punya mas, tapi ada isyu katanya mas itu sering dibayar ama tante-tante girang, makanya cewe-cewe di kantor agak gimanaaaa gitu ama mas, takut ga bisa bayar katanya.....hihihihihihi" jawabnya polos sambil tertawa.
"Emang beneran gitu mas? mas bisa dibooking?" tanyanya lagi.
"Mmmmm, gimana yah? kadang saya dibooking juga sih, tapi kalo ada yang mau 'maen' ama saya gratis bisa aja, tapi ada syaratnya..." jawab saya.
"Syaratnya apa mas?" tanyanya.
"Harus cantik, seksi, dan nafsuin,....kayak kamu" jawab saya sambil mencubit hidungnya.
"Hihihihihihihi....." jawabnya sambil tertawa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar