DAUN MUDA NAMAKU WINDY
Orang
tuaku memiliki bengkel mobil didaerah pinggiran Jakarta, langganannya
cukup banyak dan selalu penuh bila hari Sabtu dan Minggu.
Aku sekolah disalah satu SMP yang jaraknya dari rumahku agak lumayan
jauhnya, aku baru kelas dua, badanku masih kecil seperti wajarnya anak2
seumurku.
Hubunganku dengan orang tua tidak begitu dekat terutama dengan Bapakku,
terus terang aku kurang perhatian dari kedua orang tuaku yang selalu
mencari uang.
Salah satu langganan dibengkel orang tuaku ada seorang Bapak2 yang
setengah tua tetapi sangat baik, kalau aku pulang sekolah selalu
ditegurnya dan ditanya bagaimana pelajaran disekolah.
Pokoknya aku sangat merasa dekat dengan Bapak itu, pernah aku berangkat
sekolah menunggu angkot yang selalu liwat saja tidak mau berhenti, eh
tiba2 Bapak idolaku tahu2 berhenti dan menawariku untuk ikut dengan
mobilnya, tanpa kupikir lagi O.K sebab hari semakin siang.
Semenjak itu aku ingin mempunyai seorang bapak seperti Bapak idolaku
tersebut dan yang paling gila aku ingin pacar yang wataknya seperti
beliau juga, hal itu selalu aku lamunkan setiap saat.
Maklum aku mulai meranjak menjadi anak remaja, walau memekku belum
keluar bulunya dan tetekku baru sebesar tangan digenggamkan, tapi aku
sudah menstruasi pada umurku yang ke 12 tahun.
Pada suatu saat sekolahku libur empat hari karena dipakai untuk ujian,
aku minta ijin dengan orang tuaku akan nginap dirumah tantenya kawanku
yang di Bogor dan orang tuaku setuju.
Aku bersama kawanku Neny jadi pergi ke Bogor rencana naik kendaraan
umum, sedang menunggu kendaraan Bapak idolaku lewat dan berhenti menanya
aku mau kemana dan aku bilang mau kerumah tante kawan aku di Bogor,
lalu aku minta apa Bapak mau mengantar kami berdua, ternya Bapak mau
mengantarkan.
Dalam perjalanan ke bogor aku duduk didepan dekat Bapak dan Neny
dibelakang, dalam perjalanan hujan lebat, akhirnya kami sampai di Bogor,
gilanya Neny belum pernah kerumah tantenya eh, kami bertiga mencari
alamat tante Neny yang akhirnya ketemu, Neny yang turun dulu menanyakan
apa betul rumah tante Siska.
Waktu Neny turun aku bilang sama Bapak idolaku apakah besuk aku bisa
dijemput, Bapak bilang bisa, memang rencanaku hanya semalam saja entah
dari mana tahu2 pikiranku berubah, padahal aku bilang sama orang tuaku
nginap tiga malam.
Singkat
cerita besuknya aku jadi dijemput Bapak dan aku pesan sama Neny kalau
orang tuaku nanti tanya bilang aku bersama Neny dirumah Tantenya, hal
itu aku lakukan karena aku hanya ingin dekat dengan Bapak idolaku dan
aku ingin diperlakukan sebagai anaknya, aku ingin diajak jalan2 entah
kemana sebab selama ini orang tuaku tidak pernah mengajak jalan2.
Aku bilang Pak ajak Windy jalan2 dong ke Bandung sebab Windy belum pernah ke Bandung, ternyata Bapak mau.
Sampai di Bandung kami putar2 melihat-lihat di pertokoan dan aku
dibelikan mainan jepit rambut yang aku ingin sudah lama belum
kesampaian, tanpa terasa hari sudah larut, lalu Bapak memutuskan
menginap dihotel dan saya setuju, aku merasa betul2 seperti dengan orang
tua, sebab kasih sayang yang selama ini tidak ada hari ini aku
dapatkan.
Kami menginap di Hotel bintang empat, tepatnya dibilangan dago atas,
kami satu kamar dengan Bapak (sebab Bapak idolaku tidak punya anak Jadi
aku diperlakukan seperti anaknya), aku mandi duluan dan Bapak nonton TV,
selasai aku mandi ganti Bapak yang mandi, pokoknya hari itu aku betul2
happy.
Selesai mandi kami pergi ke coffe shop untuk makan malam, kami berdua
duduk sambil mendengarkan musik dan bincang2 layaknya seorang anak
dengan Bapaknya.
Hari semakin larut dan hujanpun turun, Bapak mengajak aku kembali ke
kamar sebab sudah pukul 23.00 dan akupun mulai mengantuk, kami berdua
kembali kekamar, rasa kantukku berat sekali.
Sampai dikamar aku disuruh Bapak ganti baju tidur dan disuruh tidur,
Bapak masih lihat TV belum bisa tidur, aku sangat gelisah ingin aku
dipeluk Bapak agar aku bisa tidur, lalu aku bilang "Pak boleh Windy
minta dipeluk agar bisa tidur ?" , Bapak jawab boleh.
Aku betul merasa bahagia tidur dalam pelukan Bapak, Bapak lama2 tertidur
sambil memeluk aku dan aku masih juga belum bisa tidur, aku coba
pejamkan mataku masih belum juga bisa.
Bagai anak kucing yang dipeluk induknya aku masih belum bisa tidur,
tangan Bapak memelukku dan salah satu jarinya kena tetekku aduh aku
merasakan enak, lama2 aku melamun dan terangsang, aku serba salah, lalu
aku beranikan tanganku menggesek diantara paha Bapak, adu terasa ada
yang menonjol.
Gila aku semakin terangsang, aku rapatkan mukaku ke dada Bapak aduh
semakin aku terangsang, lalu aku beranikan menggosok-gosok selangkangan
Bapak dengan tangan kiriku, sampai Bapak terbangun dan aku ditanya "
Belum tidur Win " aku jawab " Belum Pak ".
Aku dipeluknya lagi agar tidur, semakin menggila rangsangan itu aku
semakin beranikan memegang ****** Bapak, dan Bapak terbangun " ada apa
Win " aku diam saja tetapi semakin ku pegang ****** Bapak yang lama2
berdiri juga , aduhhhh gedenya pikirku, pertama itulah aku pegang ******
dan besar sekali.
Rupanya Bapak tahu, lalu aku dibalikan telentan dan dirabanya tetekku,
aduh enak sekali, dibukanya miniset aku, aduh tetekku yang kecil
diisapnya, ennnnaaaakkk Paaaaakkkkk, lalu dibukanya bajuku dan
diciuminya aku, semakin aku terbuai, ditariknya celana tidurku dan
dengan pelan2 dielusnya celana dalamku tepat dimemekku.
Pak,
terus pak eeeennnnaaaakkkkk, dibukanya CD ku dan aku bugil sekarang,
aduh diciumnya seluruh tubuhku dijilatinya tetekku, ketiakku, perutku,
pahaku dan yang paling asyik dijilatinya memekku, aaddduuhhh mmaaaakkkk,
terus pak digigitnys dengan pelan2 itilku, rasanya sampai ke ubun2
nikmatnya.
Habislah aku dibuatnya, dan nikmatnya baru sekali itulah aku mnerasakan,
aku semakin terangsang walau memekku semakin basah keluar cairan entah
apa aku belum pernah dan tidak tahu, yang penting malam itu aku betul2
menikmati.
Bapak mulai buka baju dan celananya, aku meluhat ****** Bapak sangat
besar dan berdiri tegak (kata orang ngaceng) aku semakin napsu, dan
Bapak menelentangkan aku dipinggiran tempat tidur, lalu diusapnya
memekku dan dijilatinya lagi, aduh aku tidak tahan rasanya, eh tahu2
******nya digosok-gosokkan di memekku aduh Pak enak, kataku.
Lama digosokkan ****** Bpak dimemekku, cairan semakin banyak keluar dari
memekku, lalu dikangkangkan pahaku dan pelan2 ditekan ****** Bapak,
aduh sakit rasanya kali ini betul2 sakit, lalu digosok-gosok lagi bibir
memekku dan tahu2 cccrrrreeeeettttt, ccccrrrrreeeettttt, pppprrreeettt,
sakitnya sampai aku keluar airmata, masuklah ****** Bapak ke memekku dan
darah segar meleler dipahaku.
Aku menahan sakit bukan main, tapi pelan2 Bapak menghisap tetekku dan
digerakkan ******nya pelan2 lama2 rasa sakitnya hilang malah ganti
dengan rasa yang se umur2 aku belum pernah merasakan, sampai aku gigit
dada Bapak, dan Bpak terus menggerakkan pantatnya, aaadddduuuuuhhh
eeeeennnnnaaaakkkkkk Ppaaaakkkk, ttteeerrrruusssss pppaaaaakkkk,
aaaddduuhhhhh Ppaaaaakkkkkkk creeeeeetttt aku keluar.
Bapak masih terus menggoyang pantatnya walau aku sudah tiga kali keluar,
memekku rasanya sudah basah tapi enaknya nggak karuan, aku semakin
menikmati dan aaaaadddduuuuhhh PPPPaaaaakkkkkk, aaaaddduuuuhhh
ppppppaaapakkkk teriaku dan cccrrrrrrreeetttt, ccccrrrrreeeettttt, aku
peluk Bapk kuat2 dan aku merasakan hangat didalam memekku, ternyata kami
sama2 keluar.
Bapak tidur disampingku dan ******nya masih didalam memekku, sebab akan
dicabut masih ngaceng dan sakit rasanya kalau dicabut, lama ****** bapak
dimemekku tidak mengecil, eehhh malah aku terangsang lagi, aku naiki
Bpak dengan ****** masih dimemekku, jadi posisiku diatas Bapak, lalu
Bapak mengangkat dan menurunkan aku sehingga ada gerakan naik turun.
Lama sekali aku semakin terangsang, lalu aku belajar menggoyang sendiri
dan lama2 aaaaddddduuuuhhhh ppppppaaaaakkkk, eeeeennnnaaaakkkk
cccrrreeettt, sssrrrreeeettttt, aku keluar pak, tiba2 aku dibalik
dibawah Bapak dan gerakkan Bpak semakin cepat dan aku terasa seperti
diawang-awang cccrreettt,sssrrreeettt ppppaaakkkkk dan cccrrreettt,
cccrrreeetttt terasa panas didalam memekku lagi, eehhh kami sama2 lagi
keluar.
Bapak membalikkan badanku ditaruh diatasnya dengan ****** yang masih
ngaceng dimemekku, aku merasa sangat ngantuk sekali dan akupun tertidur
dengan ****** Bapak didalam memekku, rupanya Bapakpun tertidur, pagi2
kami bangun ****** Bapak masih ngaceng didalam memekku dan aku mulai
lagi terangsang, addduuuhhh pppppaaaakkkk eeeennnaaakkkk kami keluar
sama2 lagi.
Selama kami dihotel aku betul2 dipuaskan oleh Bapak idolaku, kami
kembali pulang dan kami mampir ke Bogor mengambil Neny, lalu kami
pulang, tetapi kerumah Neny, akupun pulang ke rumah dengan angkot, aku
betul2 merasakan yang belum pernah selama ini aku rasakan, dan aku
sekarang punya Bapak Idola yang selalu memuaskanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar