Pages

Selasa, 26 Juni 2012

DAUN MUDA LIMA SEKAWAN

Perkenalkan, namaku Wawan, aku bekerja disebuah pabrik di daerah Jakarta Selatan, karena prestasiku aku diangkat sebagai staff di bagian Produksi. Umurku baru 27 tahun, sudah menikah dengan dua anak. Perawakanku sedang saja, hanya wajahku agak ganteng dibanding teman sekantorku. Ini adalah kisah nyata yang aku alami.
Dikantorku hampir semuanya cowok, hanya ada 4 orang karyawati saja yang tiap hari kerja disitu. Mereka adalah Ika (26 th) asli Tangerang dengan ciri putih bersih, cuek, tinggi 157cm dan BB 60kg, lalu Marini/Mar (26 th) asli Solo dengan tubuh kuning langsat khas orang jawa, pendiem, tinggi 157, BB 45kg, yang ketiga adalah Iis (19 th) asli Parung, kulit putih bersih, tinggi 160cm BB 50kg dan Alya (27 th) asli Pandeglang, tubuh putih, tinggi 168cm BB 55cm. Mereka semua cantik, namun yang paling hebat adalah tiga diantaranya masih single alias belum menikah, hanya Alya yang sudah menikah, namun suaminya seorang Tentara yang sedang tugas di Ambon.

Kejadian itu berawal beberapa bulan yang lalu, Waktu itu Marini berangkat kerja dengan muka lebam dan mata merah karena kebanyakan nangis, Sebagai temen aku mencoba menanyakan hal itu pada Mar, dan ternyata semalem dia baru saja mengalami kekerasan dalam rumah tangga oleh ayahnya, dia di hajar habis-habisan karena membeli bedak tanpa ijin ayahnya. Oh ya, Marini tinggal dikontrakan deket kantorku, berdua dengan Ayahnya, sementara Ibu, adik dan kakaknya tinggal di Solo.

Singkat cerita, karena kejadian itu, aku dan beberapa temen menyarankan dia untuk pindah kontrakan dan tinggal sendiri, jauh dari ayahnya. Ini demi keamanan dia. Dia setuju, namun masalahnya dia ga punya uang untuk bayar kontrakan dan belum menemukan kontrakan yang kosong. Untungnya Ika mau meminjaminya uang, dengan syarat akhir bulan harus dibayar, karena itu untuk bayar cicilan motor.

Hari itu hari Rabu jam 17, seperti janjiku, sepulalng kerja aku mengantarkannya berkeliling untuk mencari kontrakan. Sudah lebih dari 10 lokasi aku datengi bareng dia dan ga ada satupun yang kosong, dan tibalah kami disebuah kontrakan petak dengan lokasi yang tidak bisa dilalui motor, sehingga memaksaku untuk memarkir motorku di ujung gang.

Setelah kami melihat2, kontrakan itu hanya berukuran 3 x 4 meter, dengan kamar mandi didalem namun WC di ujung dipojok deretan kontrakan itu. Setelah ketemu dengan pemiliknya kami putuskan untuk mengontrak disitu dengan harga Rp 200 rbu/bulan.

Esok harinya, saat jam istirahat Marini memintaku untuk mengantarkannya pindahan, dengan tujuan agar Ayahnya tidak tahu, karena biasanya jam segitu Ayahnya sedang narik ojek.

Setelah selesai membawa semua barang2nya kami pun menuju kontrakan dia yang baru. Setelah seleasi membereskan semuanya, aku meminta ijin dia untuk rebahan sebentar karena pinggangku capek sekali. Ga terasa udah 5 menit aku tertidur, dan terbangun karena ada jari-jari lentik yang mijitin pinggangku. Kontan aku kaget dan langsung membalikkan badanku, ternyata Marini yang tadi memijitku.
"Maaf mas Wawan, pijitanku ga enak ya sampai bikin mas bangun?", tanya Marini
"Ga kok, cma aku kaget aja, sorry ya aku ketiduran.....", jawabku
"mar yang minta maaf, dah beberapa hari ini ngerepotin mas terus....."
"Buat kamu apa sih yang gak aku lakuin Mar.... Jangankan cma kayak gni, kmu minta aku pindahin gunung pun akan aku lakuin" godaku
"GOMBAL..... Emang apa yang bikin mas mau nglakuin semua itu?" Tanya marini lagi
"Karena ini..." jawabku sambil mencium bibirnya.
Sontak dia kaget, namun ga ada penolakn disitu, tapi jga tidak ada balasan, Mar hanya diam.
"Maksud mas Wawan apa?" Tanyanya setelah menarik diri, melepaskan ciumanku
"Aku dah lama suka sma kamu Mar, sejak aku pindah ke kantor kita, Aku tau itu salah, karena aku dah berkeluarga, namun tiap kali aku coba melupakan kamu, justru aku sering inget kamu, malah sering kali saat aku ML sma istriku, aku inget kamu.. Maafin aku ya" jawabku, aku mengatakan semua itu memang benar dari lubuka hatiku, walau Mar tergolong kurus, namun sikap dan perlakuannya padaku dah membuat aku jatuh hati padanya.
"Mas Wawan bener Sayang sama Mar?" tanyanya lagi
"Iya, kenapa?" jawabku
"Karena......"belum selesai dia bicara dia sudah mengecup bibirku dan kami pun hanyut dalam ciuman yang sangat mesra. Ternyata selama ini perlakuan dan sikapnya padaku dilakukan karena dia juga suka padaku. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, saat masih saling mengulum, perlahan kuletakkan tanganku di atas dada Mar yang tergolong kecil,mungkin hanya 32/34. Kuremas pelan payudaranya yang masih terhalang baju seragamnya, terdengar Mar mulai mendesah, pertanda nafsunya mulai bangkit. Lalu pelan-pelan aku buka kancing baju seragamnya satu persatu, lalu aku lempar begitu saja dipojok kamar. Tanpa banyak usaha, BH nya pun berhasil aku lepaskan, dan aku buang dekat seragamnya tadi.

Kuperhatikan sebentar payudaranya yang kecil imut itu, dengan putingnya yang merah dan kecil. Kukecup ujung putingnya "owh...." dia mendesis, "pelan - pelan Mas, aku baru kali ini...", aku ga menghiraukan lagi apa yang dia bilang, kujilati kuhisap dan kuremas payudaranya hingga meninggalkan bebrapa tanda merah disitu.

Tanpa Mar sadari, aku berhasil melepas seluruh pakaianku sehingga aku benar-benar telanjang, dan dia masih mengenakan celana panjangnya, sambil terus mencumbunya aku pun melepas celana dan CD yang Mar kenakan hingga dia juga telanjang.

Kuperhatikan gundukan kecil mungil di selangkangannya dan hanya ditumbuhi bulu halus yang masih sangat jarang. Lalu kuturunkan ciumanku ke perut lalu ke arah selangkangannya, hanya kecupan kecil yang awalnya aku berikan lalu berganti dengan jilatan kecil di bibir vaginanya.
"enak mas, geli...." ucap Mar.
Aku pun meneruskan jilatanku ke lubang surgawi itu, awalnya pelan lalu semakin cepat dan semakin dalam hingga akhirnya aku temukan biji klitorisnya, gak aku sangka ternyata MAr memiliki klitoris yang cukup besar dan panjang, bahkan melebihi ukuran istriku yang tergolong subur.
"Oooooowwwch.... pelan mas....Geli........." desahnya
Setelah 5 menit aku jilatin vaginanya, Mar terlihat mengejang, seluruh ototnya mengeras dan dia menjambakku dengan kuatnya sambil menekan mukaku ke arah vaginanya, seolah ingin agar lidahku masuk lebih dalam......"Oooooooooouuuuuccccchhhhhh....... Aku......... Keluar......" Mar mengalami orgasme pertamanya dengan hebat, lebih dari 1 menit dia masih mengejang dan melenguh keras.....
"makasih mas..... nikmat banget........mas belum keluar ya?"tanya Marini
"Iya, kamu isep punyaku ya?"pintaku
Tanpa dikomando, diapun ambil posisi untuk menghisap ******ku, ga tanggung-tanggung dia langsung memasukkan semuanya ke dalam mulut mungilnya, walau hanya setengah saja yang masuk, agak sakit memang karena biasanya istriku menjilati ******ku dan buah zakarku sebelum mengulumnya. Aku maklum karena mungkin ini baru petama kali dia mengulum alat kelamin lelaki.
Dia terus menghisap sambil mengocok batangku, sesekali di jilatnya lubang kencingku sehingga aku merasa geli. "Enak banget Mar, sambil diremas telurku ya...." pintaku
Lebih dari 10 menit dia menservisku dengan mulutnya, aku pun sudah ga tahan lagi, aku angkat tubuhnya hingga kini dia duduk diperutku, "Mas, boleh aku masukin sekarang?" tanyanya. Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah mengarahkan batangku kelubang vaginanya, seret sekali, karena dia masih perawan dan memang memeknya tergolong kering ga becek.
"Aaaaahhhhhhh...." Jeritnya saat batangku berhasil masuk ke lubang vaginanya dan merobek selaput daranya. Ada tetesan air mata mengalir disudut matanya, entah air mata penyesalan atau apa, bagiku itu gak penting.
MArini pun mulai mengerakkan pinggulnya kekiri kenana dan menaikkan pantatnya sehingga menimbulkan sensaasi yang luar biasa....... Setelah bermain WOT beberapa menit, kami ganti posisi, sekarang aku yang diatas dengan gaya konvensional, kutusukkan ******ku dengan pelan dan cepat sambil dikombinasi dengan putaran. Lebih dari 5 menit kami bertahan, lalu ganti doggie, dengan posisi ini aku bisa lebih mengeksploitasi tubuhnya, menusuk sambil meremas payudara dan pantatnya, posisi ini adalah posisi favoritku, dan biasanya aku ga bisa tahan dalam posisi ini dan ternyata benar saja, baru beberapa menit aku merasa ada sesuatu yg mendesak keluar dari ******ku, segera saja aku cabut dan mengambil nafas panjang, agar aku tidak orgasme duluan, kuakui, Mar sangat kuat, dah hampir 20 menit tapi dia belum terlihat akan keluar.
"Kenapa berhenti Mas?" Tanya Mar
"Aku dah mau keluar, mau dikeluain dimana?"Tanyaku
"Di dalem aja mas, aku lagi ga subur kok." jawab Mar
Lalu aku minta dia untuk telentang, kembali posisi konvensional. Kali ini aku menusuknya dengan cepat dan dalam. Sambil menghisap putingnya, dan benar saja, belum ada 5 menit kurasakan Mar menekankan tumitnya ke pantatku dan vaginanya terasa berdenyut, tangannya puun menekan kepalaku semakin dalam ke dadanya.... "Ooooooouuuuuwwwwcccchhhhhh" Dia mengalami orgasmenya yang kedua, kali ini lebih panjang dari yang tadi, dan aku pun mulai merasakan spermaku akan keluar, ku kocokk lebih cepat ******ku, dan Crot....Crot....Crot.....Crot....Crot.... Berkali-kali ******ku memuntahkan spermanya ke rahim Marini. setelah aku rasa tidak ada lagi yg keluar, aku cabut ******ku lalu rebahan disamping Marini. Ga kusangka dia langsung menghisap lagi ******ku dan membersihkannya. Sampai ga ada sisa.....

Setelah kejadian itu, marini pun menjadi kekasih gelapku, namun kami selalu berusaha tampak wajar didepan teman kantor yg lain.....

setelah kejadian dengan Marini, setiap ada kesempatan aku dan Marini selalu berusaha melepaskan kangen kami dengan melakukan hubungan badan dimanapun, bahkan kami pernah melakukannya di Kantor tempat kerja kami.

Pengalaman keduaku dimulai saat aku diajak temen - temen sekantor karaoke di daerah Tangerang. Saat itu aku bersama 3 orang temenku Prapto, Aris dan Ari. Kami berangkat menggunakan sepeda motor masing-masing. Saat di depan tempat karaoke, tiba-tiba HP ku berbunyi, dan kulihat ternyata Ika, temen sekantorku yang telpon.
"Wan, kamu sama anak-anak jadi karaoke gak?" tanya Ika.
"Iya, tapi kita karaokenya di daerah Tangerang, tempat langganannya si Ari" jawabku, karena memang tempat ini adalah langganan Ari, dan dia sering ngajak anak-anak kumpul disini kalo dia habis dapet komisi dari bisnis sampingannya.
"Loe tungguin gua didepan ya Wan, gua ga enak kalau masuk sendiri, lima belas menit lagi gua nyampe." kata Ika, dan tanpa menunggu persetujuanku dia sudah menutup telponnya.

"Siapa Wan?" tanya Ari.
"Biasa, ratunya karaoke, si Ika, dia katanya mau nyusul kesini dan gua diminta nungguin disini." jawabku
"Ya udah loe tungguin aja, kasihan kalau sendirian. Ntar kalau dah nyampe, loe telp aja, ntar kita kasih tau roomnya." tambah Ari.
"Ok deh, kalian masuk aja duluan." kataku. Dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam tempat karaoke itu, sementara aku masih menunggu di areal parkir motor.

Ternyata Ika ga bohong, belum ada lima belas menit dia sudah ada di depanku. Malem ini dia memakai celana jeans ketat warna hitam dengan atasan baju semacam hem dengan kancing depan, tampilannya ini membuat tubuh sintalnya jadi semakin terlihat, apalagi pinggulnya yang lebar dan pantat yang super besar. Yang berbeda dari biasanya adalah malem ini Ika ga pakai soft lens tetapi pakai kacamata dengan bingkai putih. Dia terlihat lebih cantik apalagi dengan lipstik pink yang menghiasi bibir mungilnya yang sedikit terkesan manyun, uh... seksi banget.

"Wan, kok malah bengong, belom pernah lihat cewek cantik kayak gua ya? hahahaha..." Ika mengagetkannu yang sedang menikmati keindahan dirinya.
"Habis biasanya lihat kamu pakai baju seragam kantor, eh malem ini pake baju ginian, ga nyangka gua kalau loe ternyata cantik juga, tapi tetep terlihat gendut....." godaku.
"Ih.... Enak aja ngatain gua gendut, gua kan cuma montok, ga gendut-gendut amat kali..." bela Ika.
" Ya udah, masuk yuk, ga enak sama anak-anak, dah pada nungguin tuh.." Ajakku.
"Gua lagi bad mood nih, kita nyewa room sendiri aja yuk, gua lagi males ramean." kata Ika.
"Trus anak-anak gimana?" tanyaku
"Biar gua yang telpon mereka deh" kata Ika.

Setelah berkata begitu Ika langsung telpon Ari, dia minta maaf dah ganggu acara, dan minta tolong aku untuk nganterin dia jalan-jalan karena lagi bad mood. Karena gak mau ketahuan, kita berdua pun mencari tempat karaokean lain disekitar situ. Ga nyampe 10 menit, kita sudah ada di sebuah tempat karaoke yang lain, dan kita mengambil room yang untuk 5 orang.

Ga kerasa sudah 3 lagu kita nyanyiin bersama-sama, aku lihat tampaknya Ika lagi berusaha melepas semua beban didalam hatinya, karena dia menyanyi dengan power yang sangat kuat. Lagu keempat adalah lagu pilihanku I want to spend my lifetime to loving you yang dinyanyiin sama Mark Antony (soundtrek Zorro). Aku berusaha menyanyikan lagu ini dengan penuh perasaan, sambil menggandeng tangan Ika. Alunan lagu yang romantis ini membuat kita berdua ga sadar, tiba-tiba kita sudah saling bertatapan, dan entah siapa yang memulai, kami pun tenggelam dalam ciuman yang sangat mesra.

Cukup lama kami larut dalam ciuman itu, hingga aku dikagetkan waktu kurasakan Ika berusaha memasukkan lidahnya ke mulutku. Lalu kami pun saling memainkan lidah, saling hisap, pilin dan kadang diselingi dengan gigitan kecil. Secara reflek Ika melingkarkan tangannya di leherku dan aku memeluk pinggangnya.

Perlahan tangan kananku bergerak naik mengelus punggungnya dan bergerak terus kedepan hingga payudaranya. kurasakan dada Ika ga segedhe pikiranku, kupikir, dengan ukuran tubuh dia yang terlihat sintal, dia seharusnya punya dada ukuran yang minimal 38, tapi dugaanku salah besar, dadanya hanya 34.

Ku elus pelan dadanya yang masih terbungkus baju dan BH, aku belum berani bertindak jauh karena belum ada lampu hijau dari yang punya. Pucuk dicinta ulampun tiba, ga nyangka, Ika justru membimbing tangan kananku itu untuk meremas payudaranya. Karena sudah mendapat sinyal, maka kuremas pelan payudaranya, aku ga mau terburu-buru, aku ingihn Ika merasakan kesan yang mendalam dalam kejadian ini.

Setelah puas meremas, perlahan kubuka kancing bajunya satu persatu, dan tidak ada penolakan dari Ika. kulemparkan bajunya ke atas meja yang ada didepan kami. Lali pengait Bhnya kubuka dan kulempar entah kemana. Saat ini Ika hanya mengenakan Jeans tanpa atasan.

kulepaskan ciumanku, dan kupandangi keindahan payudara Ika, ukuranya sedeng, namun putingnya masih kecil sekali dan berwarna pink. Langsung kuciumi payudaranya mulai dari yang kanan, lalu berpindah ke kiri, dari ciuman, ganti ke jilatan putingnya hingga Ika bergedar dan mendesah.
"owch...... Wan, terusin Wan......" desah Ika.

Kuhisap pelan payudaranya sambil kupelintir puting satunya, kanan kiri bergantian. Tanganku pun dengan cepat melepas celana jeans yang dipakai Ika, begitu pula dengan celana dalamnya. Kini Ika bener-benar telanjang bulat dihadapanku. Dan Ika ga mau kalah, dilepaskannya bajuku dan celanaku hingga akupun telanjang bulat. Kami terdiam dan saling memandang untuk beberapa saat. Selanjutnya Ika jonghkok didepanku dan langsung mengarahkan kerisku ke dalam mulut mungilnya. Dari hanya sekedar kecupan, beralih ke jilatan, hingga akhirnya kombinasi hisapan dan kocokan tangannya. Rasanya sungguh luar biasa.

Tampaknya Ika lebih mahir soal hisap keris dibanding marini. Buktinya, baru beberapa menit saja, aku merasakan kerisku akam memuntahkan sesuatu, dan segera saja aku cabut dari mulut Ika, aku ga mau keluar dengan cara seperti ini. Aku berusaha mengatur nafasku agar ga jebol duluan. Lalu aku minta Ika untuk duduk di sofa, dan segera aku langsung jilati lubangg surgawi miliknya. Mulai dari jilatan hisapan sampai gigitan kecil aku lakukan pada kemaluan Ika, Bukann hanya memeknya yang jadi sasaranku, bahkan klitoris dan bibir vaginaya ku jadikan bulan-bulanan pelampiasanku.
"owh.... Wa ... wan..... Aku ga .... kuat...... Ah...." Desah Ika,
Tampaknya Ika akan orgasme, dan beberapa saat kemudian ku rasakan pahanya menjepit kuat kepalaku dan tangannya menarik kepalaku agar masuk lebih dalam ke vaginanya, dan .... Crot...Crot.... Kurasakan ada semburan hangat dari lubang vagina Ika, dan benar, dia orgasme.....

Setelah cukup lama kubiarkan Ika menikmati orgasmenya, aku pun berdiri dan perlahan kuarahkan batang kerisku ke lubang kemaluan Ika. Bles....... Masuklah sudah semuanya... amblas ga bersisa, aku sedikit kaget karena ternyata Ika sudah tidak perawan.
"Supri cowokku yang telah mengambil kegadisanku Wan, dan sekarang dia pergi dengan wanita lain, itu kan yang ingin kamu tanyakan?" Tiba-tiba Ika menjelaskan semuanya, yang menjadikan aku menahan goyanganku.
"Malam ini aku milikmu Wan, puaskan aku Wan.... Aku sudah lama merindukan saat seperti ini, sudah lama aku naksir sama kamu, meski aku tahu ga mungkin mendapatkan kamu yang telah berkeluarga. Tapi setidaknya, ijinkan aku untuk memberimu kepuasan......." Setelah berkata begitu, Ika langsung mencium bibirku dan mulai menggoyangkan pantatnya, sehingga birahiku yang sempet turun kembali naik.

Kubalas ciumannya dengan mesra, setelah batanku keras maksimal, ku genjot Ika dengankecepatan sedang, lalu kupercepat, hingga akhirnya kurasakan otot bibir vaginany terasa mengejang, dan Ika melingkarkan kakinya di pinggangku. Tampaknya Ika orgasme lagi. Kubiarkan sesaat agar dia merasakan kenikmatannya sendiri.

Setelah beberapa menit berhenti, ku minta Ika untuk mengambil posisi doggy, dengan posisi ini belahan pantatnya yang super itu terlihat lebih menantang. Kuarahkan batangku dibibir vaginanya dan bles ..... masuk sempurna, namun kali ini rasanya batangku lebih nikmat, karena selain dijeppit lubang vaginanya, pangkalnya juga dijepit oleh belahan pantatnya. Mendadak nafsuku melonjak tinggi, dan aku genjot Ika dengan penuh nafsu, dan benar saja, baru 15 menit aku dalam posisi ini kurasakan spermaku akan keluar, seperti disedot dengan pompa vakum kekuatan tinggi dan aku ga bisa menahannya maka....... crot....crot.....crot... Spermaku muncrat dengan deras ke dalam rahim Ika, dan kurasakan goyangan Ika semain liar dan Ser...ser....ser... ku rasakan Ika orgasme lagi untuk kesekian kalinya.

"Maaf Ka, aku keluarin didalem, aku ga bisa nahan..... Ga tau kenapa, rasanya seperti menemukan sesuatu yang sudah lama aku nantikan, You are so Hot....." kataku
"Ga perlu minta maaf Wan, aku malah seneng kamu dah keluarin didalem, spermamu hangat banget, dah lama aku ga puas seperti ini dan merasakan hangatnya sperma lelaki." balas Ika.
"Makasih Ka, kamu dah memberi pengalaman baru malam ini, aku sayang kamu" kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirku.

Mendengar itu, Ika meneteskan air mata dan memelukku erat sekali, "Aku yang makasih, kamu dah memberiku sedikit cintamu, ga nyangka aku yang gendut seperti ini masih bisa diberi kehormatan untuk mendapat cintamu."

Malem itu, kami melakukannya sampai 3 kali di dalam room karaoke tersebut. 


Tidak ada komentar: