Pages

Minggu, 24 Juni 2012

daun muda kado dari icha

  1. Beberapa hari yang lalu,aku yang juga berprofesi sebagai personil band lokal di kotaku mendapat job untuk mengisi sebuah acara pensi di salah satu SMA Negeri. Kebetulan aku alumnus dari sekolah itu beberapa tahun yang lalu. SMA itu memang dari dulu terkenal dengan siswi2 nya yang cantik-cantik. Karena aku kenal dengan para guru disana,juga mengenal beberapa siswa maka,job itu mengalir lancar. Segera saja aku terima. Kala itu,2 orang siswi yang cantik mengaku sebagai panitia acara tersebut memberikan tawaran itu kepadaku. Sebut saja mereka Icha dan Vinny. Terang saja aku terima tawaran manggung tersebut dengan senang hati. Selain fee yang diberikan lumayan untuk uang saku,aku juga bisa “cuci mata” disana,pikirku...
    Sehari sebelum acara pensi dimulai,aku bersama personil lain dan beberapa pengisi acara datang kesekolah tersebut untuk checksound dan briefing kecil. Disaat break sambil mengunggu giliran check-sound,seorang cewek ABG mengenakan seragam sekolah menghampiriku yang ternyata bernama Icha tadi. Kami pun mengobrol.
    “Kak,masih belum check sound ya ?”,tanyanya.
    “Iya nih...belum. Lagi nunggu. Bentar lagi mungkin,tuh krunya masih sibuk.”,jawabku.
    “Ohh..ya. Band nya Kakak tuh keren lho. Temen2 juga pada suka. Apalagi Kakak alumni sini juga.”,pujinya.

    “Oh ya ? Makasih ya pujiannya. Kamu kelas berapa sih ?”,tanyaku.
    “Aku kelas 11,Kak. Masih inget kan namaku?”,tanyanya balik.
    “Inget lah. Icha kan ? Kalo nama cewek cantik kayak kamu ya jelas inget lah.”,jawabku setengal gombal.
    “Ahh...Gombal Kakak ini. Oh..ya Icha boleh minta nomor hape Kakak?”,ujarnya.
    “Emm...boleh aja. Catet ya...”,jawabku.
    Setelah bertukar nomor hape,Icha pun beranjak karena masih ada tugas yang harus dia kerjakan. Akupun bergegas menuju stage untuk melakukan check-sound. Satu jam kemudian,setelah selesai,saat aku hendak pulang,Icha kembali menghampiriku.
    “Kak...Mau pulang ya ?”,tanyanya.
    “Iya. Anak-anak lain udah pulang duluan tadi. Ini aku juga baru selesai ngobrol ama Kepsek. Jadinya pulang belakangan. Kenapa,Cha ?”,jelasku.
    “Nggak apa-apa sih,Kak. Kakak ama sapa pulangnya ntar?”,tanyanya lagi.
    “Sendirian. Naik motor sih. Kenapa ?”,tanyaku.
    “Emm...Icha boleh nggak minta tolong. Icha ikut nebeng pulang ya,Kak.”,pintanya manja.
    “Ohh...ya nggak papa sih. Ayo aja. Tapi emang ntar cowok kamu nggak marah atau gimana kalau tahu?”,jawabku.
    “Ihh...Icha kan nggak punya pacar,Kak. Ya udah,tunggu bentar ya,Icha ambil tas dulu.”,jawabnya.
    Setelah menunggu beberapa menit,Icha menyusulku yang tengah duduk diatas motor. Kamipun beranjak pulang. Saat kubonceng,Icha malah merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Entah apa alasan dia. Masa’ sih takut padahal aku melajukan motor dengan pelan ?!
  2. Setelah mengantar Icha sampai kerumahnya,akupun bergegas pulang kerumah. Malam harinya,Icha menelponku. Kami mengobrol panjang lebar hingga kamipun jadi makin akrab dan dekat. Icha pun berkata kalau besok dia mempunyai hadiah buatku,aku juga tidak tahu apa itu. Keesokan harinya,pagi pukul 8 aku,band beserta kru berangkat menuju lokasi. Disana ternyata sudah banyak yang hadir. Ternyata acara baru akan dimulai. Jadwal band ku tampil pukul 10 nanti. Begitu banyak anak-anak berseragam putih abu2 yang berseliweran. Terlebih para cewek yang datang,cantik-cantik. Salah seorang panitia memberikan sebuah ruangan OSIS nya sebagai ruang tunggu kami. Beberapa band indie lokal pun berdatangan dan menunggu di ruang masing2 yang berupa kelas. Tak lama berselang,karena bosan akupun berjalan-jalan berkeliling dari kelas per kelas. Kebetulan stage itu berada halaman sekolah. Jadi suasana tak terlalu ramai dari tempatku.

    Saat tengah duduk didepan sebuah kelas,kulihat Icha berjalan kearahku sambil tersenyum manis.
    “Hai,Kak. Kok bengong gitu ? Mikirin apa ?”,tanyanya.
    “Eh...Nggak ada. Lagi pengen nyantai aja.”,jawabku.
    “Icha temenin ya...”,balasnya seraya duduk disebelahku.
    Kami pun mengobrol dan bercanda. Hingga Icha keceplosan berkata bahwa dia ingin memiliki pacar. Akupun menggodanya.
    “Wahh...kalo gitu sama. Aku juga pengen punya pacar. Gimana kalo kita.....”candaku.
    Tak kuduga candaan itu dianggap serius oleh Icha. Dia memegang tanganku.
    “Jadi Kakak mau jadi pacarnya Icha ?”,tanyanya.
    Sebelum aku sempat menjawab,Icha langsung merangkul tubuhku.
    Buseet...gila nih anak. Orang belum jawab dia main peluk aja. Dasar ABG labil...
    Naluri playerku pun menyembul keluar. Ya,,,kenapa nggak diterima aja. Toh,juga anaknya cantik,pikirku.Disaat berpelukan layaknya Teletubies itu,Icha kembali betanya kepadaku.
    “Bener kan Kakak mau jadi pacar Icha?”,tanyanya.
    “I..Iya...Cha...”,jawabku
  3. “Tapi,Cha. Katanya kamu ada hadiah buatku. Apa itu hadiahnya?”,tanyaku.
    “Nanti deh. Selesai Kakak tampil,aku tunggu diruang UKS. Kuncinya aku yang pegang.”,jawabnya.
    “Ohh...ok kalo gitu.”,jawabku dengan muka penasaran.
    Tepat pukul 10 pagi,bandku tampil didepan penonton yang tidak kurang dari 100 orang. Dengan iseng,diatas panggung,aku yang tampil sebagai frontman berkata akan membawakan sebuah lagu untuk seorang cewek yang bernama Icha. Icha yang ikut nonton dibibir stage langsung sumringah.
    Total 6 lagu sudah dibawakan,kamipun turun panggung. Karena akan ada beberapa band lain yang juga akan tampil. Personil lain memilih tinggal diarea stage. Sedangkan aku bergegas menuju ruang UKS dimana Icha menunggu.
    Pintu ruang UKS terlihat sedikit terbuka. Karena heran,aku melongok kedalam,ternyata Icha sudah berada disana.
    “Masuk,Kak.”,ujarnya.

    Akupun memasuki ruangan tersebut. Suasana disekitar cukup sepi. Apalagi ruang UKS terletak sedikit kearah pojok. Jauh dari stage yang berada dihalaman luar sana. Jadi didalam sekolah tersebut benar-benar sepi.,karena semua orang sibuk menonton diluar.
    “Trus ? Ngapain kita disini ? Kok di UKS ? Sapa yang sakit? Kamu?”,tanyaku.
    “Bukan,Kak. Kan katanya pengen tau hadiah dari Icha.”,jawabnya.
    “Oke. Apa hadiahnya?”,ujarku.
    “Sebelumnya Icha mau bilang. Icha tuh udah lama suka ama Kakak. Sejak Icha nonton band Kakak di kafe N itu. Ya bisa dibilang Icha juga nge-fans ama band Kakak. Apalagi ama Kakak,vokalisnya. Dan kalo Icha kasih hadiah itu,Kakak jangan marah ya.”,jelasnya.
    “Ohh..iya. Emangnya apa hadiahnya?”,tanyaku penasaran.
    “Sini deh,Kak.”,katanya sembari melambaikan tangan memintaku menghampirinya.
    Icha yang saat itu tengah duduk ditepi ranjang UKS tampak menggoda pikiranku untuk membayangkan hal-hal cabul. Ya,maklum...naluri seorang pria.
  4. Kuhampiri Icha yang duduk disisi ranjang UKS. Icha memintaku mendekat dan menutup mata. Aku mengikuti saja apa maunya. Tiba-tiba,terasa Icha mengecup bibirku. Perlahan dia melumat lembut bibirku. Aku kaget... Lalu,dia melepaskan ciumannya sambil menatapku.
    Aku menatap Icha.
    “Kakak marah?”,tanyanya.
    “Nggak lah. Masa’ dicium ama kamu marah sih.”,ujarku sambil tersenyum.
    Lalu,tak butuh waktu lama,kamipun berciuman kembali. Aku yang dalam posisi berdiri didepan Icha dan Icha duduk disisi ranjang menghadap kearahku,membuatku leluasa bergerak. Icha melingkarkan kedua kakinya dipinggangku. Disaat berciuman,kuberanikan untuk memegang payudara Icha.
    Payudara itu memang tampak menggoda sekali untuk dijamah.
    Besar,padat dan pastinya mulus kenyal. Icha melepas jaketnya. Lalu setelah itu dia seakan membiarkan tanganku untuk menjamah “gunung kembar”nya. Kucoba untuk membuka kancingnya seragamnya,dia diam saja. Kuremas payudara itu dengan lembut.
    “Cha...hadiah dari kamu ciuman itu tadi ya ?”,tanyaku.
    “Iya.. Kakak mau yang lebih ya?”,tanyanya.
    “Ya...kalo kamu mau sih.”,jawabku.
    “Ya...buat Kakak yang udah jadi pacarku sih,nggak apa-apa.”,jawab Icha.
  5. Sontak saja aku menjadi riang gembira. Icha menutup pintu ruang UKS. Dan kembali menghampiriku yang tengah menunggu di kasur UKS. Icha membuka kancing seragamnya hingga terlepas semua,namun seragamnya masih dia pakai. Icha segera menduduki tubuhku yang kala itu terlentang. Lalu kembali kami berciuman. Disaat berciuman,kucoba melepas seragam sekolahnya. Dia nurut saja rupanya. Rok sekolahnya pun kuangkat,dia diam saja. Rupanya,Icha memang mengetahui maksudku. Kuremas pantatnya. Kenyal dan padat berisi. Kasur yang kami tempati itu tertutup oleh korden,jadi ornang dari luar pun tidak akan tahu apa yang sedang terjadi didalamnya.
    Perlahan kucoba membuka bra yang Icha pakai. Dia hanya tersenyum. Bra pun terlepas. Menyembul lah “gunung kembar” Icha. Tampak jelas sekali,payudara itu putih mulus. Padat dengan putingnya yang berwarna coklat muda. Kali ini Icha dalam posisi duduk kupangku. Kami berhadapan. Tangan kananku mulai meremas payudara Icha. Aku mendekatkan wajahku ke payudara indah itu.
    Kuciumi lalu kuhisap lembut putingnya. Sesekali kujilati perlahan. Icha hanya pasrah sambil tangannya memegang pundakku. Dalam posisi kupangku,Icha yang kala itu tengah menduduki selangkanganku,bergerak-gerak merangsangku.
  6. Terang saja penisku jadi makin menegang. Lalu,Icha mendorong tubuhku hingga kembali aku terlentang. Icha pun mulai melakukan servis nya. Dia mencoba bajuku. Lalu,menciumi sekujur tubuhku. Tangannya mulai mencoba melucuti celana panjangku. Sabuk dan resletingku terbuka,lalu dipelorotkannya celana itu hingga terlepas. Berikut juga boxer dan cd yang kupakai tak luput dari ulahnya. Akupun telanjang bulat. Penisku terlihat menegang sekali. Tangan kanan Icha mulai menggenggam batang penisku. Lalu dipijit dan dikocoknya naik turun perlahan. Perlahan kulihat dia mulai menjilati kepala penisku. Sapuan lidahnya menelusuri dari batang hingga kepala penisku. Nikmat sekali rasanya. Icha mulai menghisap pelan kepala penisku. Perlahan dimasukkannya penisku lebih dalam. Lalu,kepala Icha bergerak naik-turun hingga penisku pun keluar-masuk di dalam mulutnya. Selang beberapa menit Icha melakukan BJ plus HJ nya,ia nampak melepas rok sekolahnya. Berikut juga cd nya. Kini Icha juga dalam keadaan telanjang bulat.

    Melihat itu,langsung saja kurebahkan tubuh Icha dikasur tersebut. Kubuka kedua kakinya. Kulihat vagina Icha yang bersih itu dengan bulu jembinya yang sedikit. Kuarahkan kepalaku menuju selangkangan Icha. Kujilati perlahan vagina itu. Kubuka bibir vagina nya. Lalu kucoba memasukkan jadiku kedalam lubang itu. Terasa masih sempit. Kugerakkan jariku perlahan sambil kujilati klitoris Icha yang tampaknya mulai tegang. Terdengar desahan Icha walau pelan. Beberapa menit berselang,kusudahi aktivitas itu. Lalu,masih dalam posisi terlenntang,kunaiki tubuh Icha. Kuarahkan penisku kelubang surgawi nya. Vagina itu sudah cukup basah. Kugesekkan perlahan kepala penisku di bibir vagina Icha. Lalu,kumasukkan secara pelan. Icha merintih.
    “Agghhh....”,rintihnya saat penisku memasuki vaginanya.
    Akupun bergerak perlahan-lahan. Memang terasa sempit vagina Icha.
  7. Aku terus menggenjot tubuh Icha. Sambil sesekali kumainkan puting payudaranya. Icha hanya bisa merintih dan mendesah sambil matanya menatap dalam mataku. Sensasi itu memang beda kurasakan saat ML dengan diimbangi eye-contact.
    “Agghh....Yaa....Agghhh.....”,rintihnya mengiringi gerakan tubuhku.
    Tak lama kemudian,kauminta Icha berganti posisi agar berada diatasku. Kuminta dia membelakangiku,agar bisa kulihat pantatnya yang bergerak naik-turun. Icha mulai memasukkan penisku kedalam vaginanya. Lalu,iapun menggoyangkan pinggulnya naik-turun. Aku bisa melihat pantatnya dengan jelas sekali. Putih dan padat. Sesekali kuremas pantat itu.
    Icha terus bergerak naik-turun sambil mendesah. Beberapa menit kemudian,kuminta Icha membalikkan tubuhnya menghadapku. Dengan penis masih tertancap,Icha memutar badannya. Lalu setelah itu ia kembali menggenjot selangkanganku. Naik-turun dan sesekali ia menggerakkan pinggulnya memutar. Cukup lama Icha menggerakkan pinggulnya diantara selangkanganku.
    “Agghh....Agghhh...”,erangnya.
    Beberapa menit kemudian,Icha beranjak. Kuminta dia berdiri membungkuk. Icha menuruti keinginanku. Akupun berdiri dibelakangnya. Kutusukkan penisku kedalam vaginanya.
    “Mppphh....Ohhh...Yaaa....Agghh...”,rintihnya.
    Aku terus bergoyang dengan cepat. Maju-mundur. Tangan Icha berpegangan di sisi kasur. Sedangkan tanganku berpegangan di pinggang Icha. Kami menikmati sekali Doggy-style itu.
    Tak lama berselang,tampaknya Icha orgasme. Ia merintih panjang.
    “Agghh....Ahhhhhh...”erangnya.
  8. Kuhentikan sejenak gerakanku. Lalu beberapa detik kemudian,kugoyang kembali vagina Icha. Tak cukup sampai disitu,aku mencabut penisku. Lalu beranjak menuju sebuah kursi. Aku duduk disitu dan kuminta Icha agar duduk diatasku. Icha pun segera memasukkan penisku. Dalam posisi kupangku,Icha bergerak naik-turun. Payudaranya yang kenyal pun ikut bergerak. Sesekali kuhisap putingnya. Tak lama kemudian,terasa spermaku akan segera keluar.
    “Cha...Aku mau keluar...”,ujarku.
    “Keluarin dimulut Icha aja ya,Kak.”,jawabnya.
    Aku mengangguk. Lalu setelah bergoyang beberapa kali,Icha segera berdiri dan berjongkok diantara selangkanganku. Tangan kanannya mengocok penisku naik-turun. Sesekali mulutnya menghisap penisku. Mengetahui aku hendak ejakulasi,Icha terus menghisap penisku.
    Dan benar saja,tak lama kemudian...
    CROOOT...CROOTT...CROTT...

    Muncratlah spermaku itu kedalam mulut Icha. Icha tampak masih sibuk menghisap penisku,sambil tangan kanannya mengocok batang penisku dengan cepat.
    Ahhhh.....,nikmat sekali rasanya.

  9. Lalu,ditelannya spermaku itu. Dan kembali ia menghisap kepala penisku. Setelah itu,kamipun menyudahi aktivitas kami. Kami berdua segera berpakaian. Icha menuju toilet wanita,akupun menuju toilet pria untuk bersih-bersih. Ya...ternyata Icha dan aku sama. Kami menjaga kebersihan sebelum ataupun setelah melakukan ML.
    Setelah itu kami berdua mengobrol sejenak dan segera beranjak menuju halaman luar dimana acara berlangsung. Icha tampak menggelayut mesra. Setelah itu,kami menikmati acara sampai tuntas. Dan kamipun pulang bersama.
    Saat ini,akupun masih menjalin hubungan khusus dengan Icha. Disaat ada waktu,kami pasti melakukan aktivitas nikmat tersebut. Terkadang dirumah Icha,dihotel,hingga di alam terbuka seperti pantai.

Tidak ada komentar: