Cerita ini adalah awal dari cerita-cerita yang akan aku buat selanjutnya. Ya, inilah pertama kalinya aku bercinta dengan wanita, dan menjadi awal dari petuangalanku dengan wanita-wanita lainnya. Sebelumnya perkenalkan dahulu, namaku Firmansyah Putra (samaran) lahir 21 tahun silam terhitung dari sekarang.
Kisah ini terjadi pada tahun 2007 ketika aku masih duduk di kelas 2 SMA di salah satu sekolah negeri favorit di kotaku. Pada saat itu aku masih perjaka dan belum pernah ML, walaupun sudah ke tahap petting. Berawal dari sebuah jejaring sosial yang pada saat itu masih friendster yang berjaya sebelum boomingnya facebook. Add sana-sini yang sekiranya cantik dan menarik hati.
Ada salah satu wanita yang menarik hatiku saat itu, kirim-kirim testimonial kemudian sampai bertukar nomer handphone. Akhirnya kamipun mulai sms-an untuk mengenal satu sama lain. Aku keluarkan jurus-jurus rayuan gombalku yang biasa aku pakai untuk mendekati wanita. Tak terasa kamipun makin dekat walau baru sms-an. Dia bernama Esti (samaran), seumuran denganku, kelas 2 SMA yang dalam foto-foto friendsternya memang terlihat cantik.
Pagi harinya aku mendapat sms dari dia kalau siang nanti sepulang sekolah dia minta dijemput sekalian ketemuan. Akhirnya siang pun tiba, bel berbunyi tanda sekolah telah usai. Aku pun langsung mengendarai sepeda motorku untuk menjemput dia. Setelah sms untuk janjian bertemu dimana, dan aku langsung menuju tempat itu. Ternyata dia sudah menunggu di sana.
"Firman?" sapa dia ketika aku menghampirinya.
"Ya, kamu Esti?" tanyaku kemudian sambil berjabat tangan.
Perkenalan singkat itu berlanjut dengan dia memboncengku dan kemudian menuju rumahnya. Kami hanya bercanda dan mengobrol di jalan sampai rumahnya. Tak disangka dalam perjalanan itu dia langsug memelukku dari belakang, mungkin untuk pegangan atau ada alasan lain aku tak tahu. Sesampainya di rumah aku di tawari untuk masuk dulu, tapi aku menolaknya karena ada acara lain pada saat itu.
Kami pun masih sms-an setelah itu, dan malam harinya dia memintaku untuk menemani ke rumah temannya. Aku langsung menjemput dia dan mengantarnya ke rumah teman yang di maksud. Sama seperti siang tadi, dia pun langsung memelukku selama di perjalan.
Setelah selesai urusan di rumah temannya kami pun jalan lagi, dan dia minta untuk pergi ke pantai. Aku arahkan sepeda motorku menuju pantai yang kalau malam memang sepi. Kami berhenti di pondok-pondok yang memang di sediakan untuk duduk-duduk santai di pantai itu. Suasana memang sepi dan remang-remang saat itu ditambah dinginnya angin pantai yang membuat dingin tubuh kami.
"Dingin banget di sini ternyata." dia membuka obrolan yang sempat hening.
"Iya emang dingin banget, mau tau enggak biar enggak dingin?" jawabku dengan bercanda.
"Gimana caranya emang?" tanyanya penuh antusias.
Tanpa aku jawab pertanyaannya, aku langsung memeluk dia dari samping. Dia hanya diam saja dan tak lama kemudian akhirnya dia pun balas memelukku.
"Kamu cantik malam ini." bisikku di telingganya sembari meniupkan nafasku yang mungkin bisa membuatnya terangsang. Dan memang benar dia hanya diam dan semakin kencang memelukku.
"Gak nyangka bisa kenal kamu kemarin, bisa ketemu kamu tadi pagi, dan bisa deket kamu malam ini." rayuanku mulai aku keluarkan.
Diapun langsung menyadarkan kepalanya di bahuku. Sadar dia sudah dalam pelukanku tanganku yang tadinya memeluk dia kini mulai bergerilya di payudaranya yang aku tau saat itu berukuran 36C, ya memang besar. Tangan kananku mulai meraba payudara kanannya, sementara tangan kiriku membelai kepala dan rambutnya yang bersamdar di pundakku. Dia diam saja dan tak ada penolakan saat tangan kananku mulai masuk di dalam kaos ungunya. Mulai mencari gunung kembarnya dan langsung masuk ke dalam BH yang dia pakai. Sungguh mulus payudaranya ketika aku remas langsung tanpa ada yang menghalangi. Putingnya aku mainkan dengan jari-jariku bersamaan dengan aku mencium dan mengempaskan nafas di telinga kirinya. Nafasnya pun mulai tak beraturan, tanpa menunggu lebih lama lagi dia langsung menciumku, aku pun langsung membalasnya dengan dengan lembut. Tangan kiriku pun tak tinggal diam, mencari payudaranya yang sebelah kiri. Aku remas bersamaan dengan jari-jari tangan kananku yang memainkan putingnya.
"Ah, Fir!" desahnya karena rangsangan yang aku buat saat itu.
"Love You Esti!" bisikku kemudian di telinga sembari mencium dan menjilat telinganya.
Dia pun semakin mendesah, dan tangan dia sekarang sudah berada di penisku yang sudah berdiri sejak tadi. Dia berusaha untuk masuk ke dalam celana dan tak lama dia pun berhasil. Elusan tangannya di penisku sungguh membuatku merinding dan makin terangsang. Dia menciumku kembali sembari tangannya tetap mengelus dan mulai mengocok penisku dari dalam celanaku walaupun sempit karena aku memakai celana jeans pada malam itu.
Setelah sekitar 1 jam di pondok itu, kami akhirnya menghentikan kegiatan tersebut karena hari sudah larut dan takut ada orang yang mempergoki kegiatan kami. Ya, walaupun kami memang sama-sama belum terpuaskan (orgasme).
Kejadian itu membuat kami semakin dekat saja dan akhirnya pacaran walaupun sebenernya aku belum begitu cinta, setiap pulang aku selalu menjemputnya. Dan jika ada kesempatan kami mengulangi lagi kegiatan petting tersebut di rumahnya saat mengantarnya pulang.
Satu minggu setelah kejadian itu tepatnya hari minggu, kedua orang tuaku pergi ke luar kota. Aku pun janjian dengan dia untuk bertemu di rumahku. Setelah orang tuaku berangkat, aku langsung menjemput dia dan mengajaknya ke rumahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar