Pages

Minggu, 24 Juni 2012

DAUN MUDA



Daun Muda Pengalaman Pertama Awal Dari Sebuah Petualangan

Cerita ini adalah awal dari cerita-cerita yang akan aku buat selanjutnya. Ya, inilah pertama kalinya aku bercinta dengan wanita, dan menjadi awal dari petuangalanku dengan wanita-wanita lainnya. Sebelumnya perkenalkan dahulu, namaku Firmansyah Putra (samaran) lahir 21 tahun silam terhitung dari sekarang.

Kisah ini terjadi pada tahun 2007 ketika aku masih duduk di kelas 2 SMA di salah satu sekolah negeri favorit di kotaku. Pada saat itu aku masih perjaka dan belum pernah ML, walaupun sudah ke tahap petting. Berawal dari sebuah jejaring sosial yang pada saat itu masih friendster yang berjaya sebelum boomingnya facebook. Add sana-sini yang sekiranya cantik dan menarik hati.

Ada salah satu wanita yang menarik hatiku saat itu, kirim-kirim testimonial kemudian sampai bertukar nomer handphone. Akhirnya kamipun mulai sms-an untuk mengenal satu sama lain. Aku keluarkan jurus-jurus rayuan gombalku yang biasa aku pakai untuk mendekati wanita. Tak terasa kamipun makin dekat walau baru sms-an. Dia bernama Esti (samaran), seumuran denganku, kelas 2 SMA yang dalam foto-foto friendsternya memang terlihat cantik.

Pagi harinya aku mendapat sms dari dia kalau siang nanti sepulang sekolah dia minta dijemput sekalian ketemuan. Akhirnya siang pun tiba, bel berbunyi tanda sekolah telah usai. Aku pun langsung mengendarai sepeda motorku untuk menjemput dia. Setelah sms untuk janjian bertemu dimana, dan aku langsung menuju tempat itu. Ternyata dia sudah menunggu di sana.

"Firman?" sapa dia ketika aku menghampirinya.
"Ya, kamu Esti?" tanyaku kemudian sambil berjabat tangan.
Perkenalan singkat itu berlanjut dengan dia memboncengku dan kemudian menuju rumahnya. Kami hanya bercanda dan mengobrol di jalan sampai rumahnya. Tak disangka dalam perjalanan itu dia langsug memelukku dari belakang, mungkin untuk pegangan atau ada alasan lain aku tak tahu. Sesampainya di rumah aku di tawari untuk masuk dulu, tapi aku menolaknya karena ada acara lain pada saat itu.

Kami pun masih sms-an setelah itu, dan malam harinya dia memintaku untuk menemani ke rumah temannya. Aku langsung menjemput dia dan mengantarnya ke rumah teman yang di maksud. Sama seperti siang tadi, dia pun langsung memelukku selama di perjalan.

Setelah selesai urusan di rumah temannya kami pun jalan lagi, dan dia minta untuk pergi ke pantai. Aku arahkan sepeda motorku menuju pantai yang kalau malam memang sepi. Kami berhenti di pondok-pondok yang memang di sediakan untuk duduk-duduk santai di pantai itu. Suasana memang sepi dan remang-remang saat itu ditambah dinginnya angin pantai yang membuat dingin tubuh kami.

"Dingin banget di sini ternyata." dia membuka obrolan yang sempat hening.
"Iya emang dingin banget, mau tau enggak biar enggak dingin?" jawabku dengan bercanda.
"Gimana caranya emang?" tanyanya penuh antusias.
Tanpa aku jawab pertanyaannya, aku langsung memeluk dia dari samping. Dia hanya diam saja dan tak lama kemudian akhirnya dia pun balas memelukku.
"Kamu cantik malam ini." bisikku di telingganya sembari meniupkan nafasku yang mungkin bisa membuatnya terangsang. Dan memang benar dia hanya diam dan semakin kencang memelukku.
"Gak nyangka bisa kenal kamu kemarin, bisa ketemu kamu tadi pagi, dan bisa deket kamu malam ini." rayuanku mulai aku keluarkan.

Diapun langsung menyadarkan kepalanya di bahuku. Sadar dia sudah dalam pelukanku tanganku yang tadinya memeluk dia kini mulai bergerilya di payudaranya yang aku tau saat itu berukuran 36C, ya memang besar. Tangan kananku mulai meraba payudara kanannya, sementara tangan kiriku membelai kepala dan rambutnya yang bersamdar di pundakku. Dia diam saja dan tak ada penolakan saat tangan kananku mulai masuk di dalam kaos ungunya. Mulai mencari gunung kembarnya dan langsung masuk ke dalam BH yang dia pakai. Sungguh mulus payudaranya ketika aku remas langsung tanpa ada yang menghalangi. Putingnya aku mainkan dengan jari-jariku bersamaan dengan aku mencium dan mengempaskan nafas di telinga kirinya. Nafasnya pun mulai tak beraturan, tanpa menunggu lebih lama lagi dia langsung menciumku, aku pun langsung membalasnya dengan dengan lembut. Tangan kiriku pun tak tinggal diam, mencari payudaranya yang sebelah kiri. Aku remas bersamaan dengan jari-jari tangan kananku yang memainkan putingnya.

"Ah, Fir!" desahnya karena rangsangan yang aku buat saat itu.
"Love You Esti!" bisikku kemudian di telinga sembari mencium dan menjilat telinganya.
Dia pun semakin mendesah, dan tangan dia sekarang sudah berada di penisku yang sudah berdiri sejak tadi. Dia berusaha untuk masuk ke dalam celana dan tak lama dia pun berhasil. Elusan tangannya di penisku sungguh membuatku merinding dan makin terangsang. Dia menciumku kembali sembari tangannya tetap mengelus dan mulai mengocok penisku dari dalam celanaku walaupun sempit karena aku memakai celana jeans pada malam itu.

Setelah sekitar 1 jam di pondok itu, kami akhirnya menghentikan kegiatan tersebut karena hari sudah larut dan takut ada orang yang mempergoki kegiatan kami. Ya, walaupun kami memang sama-sama belum terpuaskan (orgasme).

Kejadian itu membuat kami semakin dekat saja dan akhirnya pacaran walaupun sebenernya aku belum begitu cinta, setiap pulang aku selalu menjemputnya. Dan jika ada kesempatan kami mengulangi lagi kegiatan petting tersebut di rumahnya saat mengantarnya pulang.

Satu minggu setelah kejadian itu tepatnya hari minggu, kedua orang tuaku pergi ke luar kota. Aku pun janjian dengan dia untuk bertemu di rumahku. Setelah orang tuaku berangkat, aku langsung menjemput dia dan mengajaknya ke rumahku.
  1. Baru
    Sesampainya di rumahku, kami menonton TV dan mengobrol biasa. Setelah suasana mulai menghangat aku memeluknya dengan lembut, dia pun terbawa suasana membalas pelukanku. Aku kecup mulai dari keningnya, pipinya, dan kemudian bibirnya. Dia membalas ciumanku dengan lembut. Namun ketika aku mulai meniupkan nafas dan menjilati telinganya dia langsung menciumku dengan ganas. Lidah kami saling bertukar, saling mendorong, saling tarik, dan saling mengisap. Kedua tanganku mulai masuk ke dalam kaosnya, meraba bagian punggungnya dan membuka kait BHnya. Setelah lepas, tanganku dengan tetap meraba kini menuju payudaranya yang besar itu.

    Akupun meraba dan meremas kedua bukit kembar itu, dan memainkan putingnya yang sudah mulai mengeras. Dia semakin ganas bermain lidah di mulutku sambil mendesah.
    "Ahhhhh, Firman terusin yang kanan!" desahnya memintaku lebih intens meremas dan memainkan payudaranya yang kanan karena memang dia mudah terangsang di bagian itu.
    "Ahhhhh. Ohhhhh!" desahannya semakin menjadi-jadi sambil tangannya mulai masuk ke dalam celana basketku.
    Dia mulai mengelus-elus lembut penisku yang sudah tegang. Aku pun tetep meremas payudara kiri dan memainkan putingnya yang kanan.
    "Ohhhhh, enak Fir!" desahnya kemudian.

    Dia kini mulai mengocok penisku, dari pelan kemudian menaikkan tempo kocokannya. Aku membuka kaosnya dan melepaskan BHnya dari tangannya. Kini di hadapanku ada wanita telanjang dada yang siap untuk aku lahap. Aku kemudian menjilati putingnya yang kiri, sementara tangan kananku meremas payudaranya yang kanan dan tangan kiriku beranjak ke selangkangannya. Terasa sudah basah di bagian vaginanya. Aku mencoba membuka celana panjang dan CDnya sekaligus, karena sudah terbawa suasana hal itu tidak sulit bagiku lagipula dia membantuku untuk membukanya.

    Masih dalam posisi duduk aku hentikan kulumanku pada putingnya agar kepala dia bisa menjangkau penisku yang sedang dikocoknya. Dan benar saja, dia langsung menjilat penisku mulai dari kepalanya hingga pangkalnya dan buah zakarku. Nikmat seketika saat itu. Tangan kiriku kini meraih vaginanya yang sudah tak terhalang itu, aku mulai mengelus bibir vaginanya dan memainkan klitorisnya.
    "Ahhhhh. Uhhhhh. Enak Fir, terusin!" desahnya sembari mengulum penisku.
    "Uhhhhh!" erangku kemudian saat lidahnya bermain-main di kepala penisku dan langsung mengulumnya lagi. Hal itu dilakukan berulang-ulang. Benar-benar nikmat.

    Hampir setengah jam kami melakukan foreplay di sofa depan TV. Akhirnya aku ajak dia ke kamarku. Dia langsung rebahan di kasurku saat aku membuka kaos dan celana basketku. Aku menghampirinya dan mulai mencium payudaranya bergantian kanan kiri. Aku cium lehernya kemudian bibirnya dan telinganya.
    "Ahhhhh. Ahhhhh. Udah enggak tahan nih!" desahnya sambil memegang penisku untuk diarahkan ke vaginanya.

    Tanpa menunggu lebih lama lagi aku pun mengambil posisi, dan dia langsung mengangkang agar lebih mudah. Karena ini pengalaman pertamaku, aku tuntun penisku untuk masuk ke lubang vaginanya.
    Baru masuk kepalanya saja aku sudah merinding nikmat. Aku teruskan perlahan dorongan penisku untuk masuk seluruhnya, karena vaginanya sudah basah penisku bisa leluasa masuk ke liang kenikmatannya. Secara bersamaan kamipun mendesah.
    "Ahhhhh. Ahhhhh!" desah kami berdua.

    Aku diamkan sebentar penisku sambil tanganku meremas payudaranya. Kemudian aku mulai dorong keluar masuk dengan pelan-pelan. Ya, berbekal dari film biru yang aku tonton.
    "Ahhhhh. Uhhhhhh. Uhhhhhh!" desahannya mulai terdengar ditelingaku.
    Masih dalam tempo yang pelan aku tarik ulur penisku di vaginanya sambil mengulum putingnya yang kanan. Tangannya mengelus rambutku dan sesekali menjambaknya.

    "Fir, yang kenceng dong! Enak banget nih!" pintanya kemudian.
    "Iya sayang!" bisikku sambil menjilati telingannya.
    Vaginanya memang semakin basah saat itu, membuat penisku dengan mulus mengenjot vaginanya. Tak lama aku pun mempercepat tempo permainanku. Rasanya benar-benar nikmat dan tak terhankan.

    "Ahhhhh. Ohhhhhh!" desahannya semakin kencang.
    "Terusin Fir, yang kenceng lagi!" rengeknya kemudian.
    Aku pun menuruti kemauannya. Aku percepat lagi goyanganku, aku peluk peluk dia dan menciumnya.
    "Ahhhhhh. Enak banget Fir, geli banget rasanya!" kata dia di sela-sela ciuman kami.
    Kami kembali berciuman dan aku percepat lagi laju penisku di vaginanya.
    "Ahhhhh Fir, aku udah mau keluar! Yang kenceng Fir!" pintanya.
    Laju penisku kini semakin brutal menyusup vaginya.
    "Ahhhhh. Ahhhhh. Ohhhhh!" desahnya.

    Tak lama kemudian aku merasakah vaginanya semakin basah dan hangat, ternyata dia sudah orgasme dulu. Hal itu membuat penisku semakin merasa geli karena licin dan hangatnya vaginanya. Aku percepat penisku mengesek vaginanya, dan tak lama setelah dia orgasme aku akhirnya ingin keluar juga. Dia menyuruhku cepat-cepat mencabutnya. Aku pun mencabutnya dan dia langsung mengambil alih penisku, dia mengulumnya dan menghisap dalam-dalam penisku. Dan akhirnya aku pun mengeluarkan spermaku di dalam mulutnya.
    "Crooot! Crooot! Crooot! Crooot!"
    "Uhhhhh! Uhhhhh!" lengkuhku karena rasa nikmat dan capek setelah spermaku keluar.

    Kami pun tiduran sejenak sambil berpelukan. Karena baru pertama kalinya aku ML tak ada pikiran di benakku waktu itu untuk melanjutkan ke babak kedua. Aku pun membersihkan badanku dan memakai bajuku begitu juga dengan dia. Kami mengobrol sejenak dan aku mengantarnya dia pulang.

    Begitulah kisah pertamaku kehilangan perjaka, walaupun ternyata bukan dengan wanita yang masih perawan. Ya karena memang dia sudah tidak perawan lagi, itu juga dia cerita sendiri setelah ML denganku. Tapi itu tidak masalah bagiku, karena pengalaman pertama ini menjadi awal dari petualanganku yang lain setelahnya.

    Demikian kisah nyata pertama yang aku tulis di sini. Cerita ini dibuat atas dasar kesadaran sendiri untuk berbagi pengalaman. Karena aku masih newbie, mohon bimbingan suhu-suhu master disini. Nantikan kisah-kisah berikutnya. Terima kasih.

Tidak ada komentar: